banner 400x130
DAERAH  

Mafia BBM Diduga Bermain di Luwu Timur, SRS: Aparat dan Pertamina Diminta Bertindak Tegas

banner 400x130

LUWU TIMUR I SUARAHAM – Dugaan praktik mafia BBM subsidi kembali mencuat di Sulawesi Selatan. Viral sebuah mobil Panther bernomor polisi DD 1249 UL diduga melakukan pengisian BBM hingga lebih dari Rp5 juta di SPBU Pertamina 74.929.07 Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, memantik kemarahan publik dan memunculkan tanda tanya besar soal lemahnya pengawasan distribusi solar subsidi.

Ketua Solidaritas Rakyat Sulawesi Selatan, Wawan Copel, angkat suara keras. Ia menilai pengisian BBM dalam jumlah fantastis oleh satu kendaraan bukan persoalan sepele dan tidak mungkin luput tanpa adanya kelengahan, bahkan dugaan pembiaran dari pihak terkait.

“Bagaimana mungkin kendaraan bisa mengisi BBM sampai jutaan rupiah tanpa terdeteksi? Di mana pengawasan SPBU? Di mana kontrol Pertamina? Jangan sampai publik menduga ada permainan yang selama ini dibiarkan,” tegas Wawan.

Menurutnya, praktik pelangsiran BBM subsidi merupakan bentuk kejahatan ekonomi yang secara langsung merampas hak masyarakat kecil. Saat warga antre berjam-jam demi mendapatkan solar subsidi, diduga ada pihak tertentu justru leluasa memborong BBM dalam jumlah besar untuk kepentingan bisnis ilegal.

Wawan juga meminta aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada klarifikasi administratif, tetapi segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap rekaman CCTV SPBU, data transaksi pengisian, hingga dugaan keterlibatan oknum tertentu dalam rantai distribusi BBM subsidi.

“Kalau benar ada praktik mafia BBM, maka ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya sopir atau kendaraan yang dijadikan kambing hitam, tetapi telusuri juga siapa yang bermain di belakang layar,” ujarnya.

Kasus ini dinilai menjadi tamparan keras bagi pengawasan distribusi BBM bersubsidi di daerah. Pasalnya, pemerintah selama ini terus menggaungkan pengetatan penyaluran solar subsidi agar tepat sasaran, namun dugaan pengisian dalam jumlah besar masih saja terjadi.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pihak Pertamina⁠, pengelola SPBU, serta aparat kepolisian untuk membuka fakta sebenarnya secara transparan. Jika tidak ditindak serius, publik khawatir praktik mafia BBM subsidi akan terus merajalela dan merugikan rakyat kecil.

Solidaritas Rakyat Sulawesi Selatan menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan tindakan nyata dari pihak berwenang agar distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dikuasai mafia pelangsir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *