banner 400x130
HUKRIM  

Diburu sampai Aceh-Sumut, 4 Pelaku Pembunuhan Lansia Akhirnya Tertangkap

banner 400x130

PEKANBARU I SUARAHAM — Kasus pembunuhan sadis terhadap seorang lansia perempuan berusia 60 tahun di Rumbai, Pekanbaru, akhirnya mulai terkuak.

Empat pelaku yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut berhasil diringkus aparat kepolisian setelah sempat melarikan diri lintas provinsi.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.

Para pelaku tidak ditangkap di lokasi kejadian, melainkan diburu hingga ke luar daerah. Dua orang diamankan di Aceh Tengah, sementara dua lainnya diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan intensif. sejak kejadian pencurian dengan kekerasan (curas) yang berujung kematian korban pada 29 April 2026 lalu.

“Empat pelaku berhasil kami amankan. Mereka terlibat dalam aksi curas yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Namun di balik keberhasilan penangkapan tersebut, fakta kejahatan yang terungkap justru mengundang kecaman.

Para pelaku diduga menghabisi korban dengan cara keji menghantam kepala korban menggunakan balok kayu secara berulang hingga tak sadarkan diri.

Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan detik-detik mengerikan saat para pelaku datang ke rumah korban.

Tanpa banyak interaksi, salah satu pelaku langsung melancarkan serangan brutal yang berujung maut.

Yang lebih mengejutkan, kasus ini juga diduga melibatkan orang dekat korban.

Informasi awal menyebut salah satu pelaku merupakan mantan menantu korban, memperkuat dugaan bahwa motif kejahatan tidak sekadar perampokan biasa.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sebelumnya telah memberi atensi khusus terhadap kasus ini.

Ia bahkan menegaskan bahwa tindakan pelaku sangat tidak manusiawi dan menjadi prioritas utama untuk segera diungkap.

“Kejahatan yang menghilangkan nyawa ini menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Meski pelaku telah ditangkap, publik kini menanti transparansi penuh dari aparat penegak hukum.

Detail motif, peran masing-masing pelaku, hingga kemungkinan adanya aktor lain di balik peristiwa ini masih menjadi tanda tanya besar.

Polisi dijadwalkan akan menggelar konferensi pers untuk membeberkan secara lengkap kronologi dan pengungkapan kasus.

Namun tekanan publik terus menguat agar kasus ini tidak berhenti pada penangkapan semata, melainkan diusut tuntas hingga ke akar.

Kasus ini kembali menjadi alarm keras soal keamanan warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia.

Brutalitas pelaku serta dugaan keterlibatan orang terdekat menunjukkan bahwa ancaman kejahatan kini semakin kompleks dan tak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *