BONE | SUARAHAM — Di tengah kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, kepemimpinan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kembali mendapat perhatian publik.
Jumat, 8 Mei 2026, orang nomor satu di Bone itu turun langsung ke lokasi terdampak banjir bersama Camat Tanete Riattang, Camat Tanete Riattang Timur, serta Kasatpol PP untuk memastikan kondisi warga dan percepatan penanganan di lapangan.
Tidak sekadar melakukan peninjauan formal, Bupati Bone terlihat menerobos genangan air demi mendatangi rumah-rumah warga yang terdampak.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Kehadiran langsung Bupati Bone di titik-titik banjir juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak ingin lambat dalam merespons situasi darurat.
Di tengah cuaca yang tidak menentu dan potensi banjir susulan, pemerintah memilih bergerak cepat agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
Selain memantau kondisi warga, Pemkab Bone langsung melakukan langkah penanganan darurat dengan membersihkan sejumlah saluran drainase dan titik penyumbatan yang menjadi pemicu genangan.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar aliran air kembali normal dan banjir tidak semakin parah.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena pemerintah dinilai hadir di tengah krisis, bukan hanya menunggu laporan di kantor.
Penanganan langsung di lapangan dianggap penting untuk memastikan kebutuhan warga terdampak bisa segera ditangani.
Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Bone memang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Selain faktor curah hujan tinggi, kondisi drainase yang tersumbat disebut menjadi salah satu penyebab meluapnya air ke permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah rawan banjir.
Tak hanya itu ia juga menyiapkan langkah mitigasi dan penanganan lanjutan agar masyarakat tetap aman dan aktivitas warga dapat kembali normal secepatnya.
Dengan turun langsung ke lokasi terdampak, Bupati Bone menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya melalui instruksi, tetapi membutuhkan kehadiran nyata pemimpin di tengah masyarakat saat kondisi darurat terjadi.











