banner 400x130
DAERAH  

Duka di Bone! Murid TK Jadi Korban Banjir, Pj Sekda Antar Langsung Santunan Bupati

banner 400x130

BONE I SUARAHAM — Duka menyelimuti Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Seorang bocah berusia enam tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat banjir menerjang kawasan tersebut, Jumat (8/5/2026).

Korban diketahui bernama Muh. Arsyah, murid TK MI Nurul Hidayah, putra dari pasangan Saldi dan Nurlina yang tinggal di Lingkungan Awassalo Coppo.

Musibah tragis itu terjadi di tengah derasnya banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Watampone usai hujan mengguyur tanpa henti sejak Kamis malam.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone Andi Tenriawaru turun langsung ke rumah duka menyerahkan santunan dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman kepada keluarga korban.

Dalam kunjungan penuh haru tersebut, Pj Sekda Bone turut didampingi Camat Tanete Riattang Timur Andi Habibie

Tak hanya itu, Camat Tanete Riattang Andi Iqbal Walinono, serta Kabid Bina Pemberdayaan dan Sosial Budaya Masyarakat Desa DPMD Bone, Windha Novita Muallim Ahmad juga hadir.

Di hadapan keluarga korban, Andi Tenriawaru menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang merenggut nyawa bocah malang tersebut.

Ia menegaskan kehadiran pemerintah bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan keluarga korban tidak merasa sendiri menghadapi cobaan berat itu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone dan Bapak Bupati Bone, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian ini,” ujar Andi Tenriawaru.

Bencana banjir yang menerjang sejumlah titik di Bone kini menjadi sorotan serius masyarakat.

Selain merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat, banjir kali ini juga memakan korban jiwa.

Akibatnya muncul desakan agar penanganan drainase, normalisasi sungai, dan mitigasi bencana di kawasan rawan banjir segera diperkuat.

Warga berharap tragedi meninggalnya Muh. Arsyah menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar penanganan banjir di Kota Watampone tidak lagi dilakukan secara darurat semata

Tetapi juga dilakukan langkah konkret dan berkelanjutan demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *