banner 400x130
DAERAH  

Kasus Viral BBM Subsidi Terkuak, Pertamina Temukan Pelanggaran SOP di SPBU Wasuponda

banner 400x130

LUWU TIMUR I SUARAHAM — Kasus video viral dugaan pengisian BBM subsidi hingga Rp5 juta di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, akhirnya dibongkar oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Meski nilai transaksi dalam video disebut tidak mencapai Rp5 juta, investigasi justru menemukan adanya pelanggaran serius dalam distribusi BBM subsidi.

Hasil pengecekan yang dilakukan bersama pihak SPBU dan aparat kepolisian memastikan nominal transaksi sebenarnya hanya berkisar Rp500 ribuan.

Pihak perekam sekaligus penyebar video viral juga telah memberikan klarifikasi dan mengakui informasi awal yang beredar tidak sesuai fakta di lapangan.

Namun, di balik klarifikasi tersebut, Pertamina menemukan fakta lain yang tak kalah mengejutkan.

Dari hasil penelusuran data transaksi dan pemeriksaan operasional, muncul indikasi penggunaan barcode tidak semestinya dalam pembelian BBM subsidi jenis Biosolar.

Tak hanya itu, investigasi juga mengungkap adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam mekanisme distribusi BBM subsidi di SPBU Wasuponda.

Temuan ini memicu langkah tegas dari Pertamina sebagai bentuk penindakan terhadap dugaan penyimpangan distribusi energi bersubsidi.

Sebagai sanksi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjatuhkan surat peringatan keras kepada pihak SPBU, melakukan pembinaan operasional, hingga menghentikan sementara penyaluran produk JBT Biosolar selama satu pekan.

Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi.

Menurutnya Setiap penyimpangan, baik dalam mekanisme transaksi maupun penggunaan barcode, menjadi perhatian serius

“Sanksi diberikan sebagai langkah korektif sekaligus penguatan disiplin operasional agar penyaluran tetap sesuai peruntukan,” tegasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menyebut pengawasan distribusi BBM subsidi terus diperketat untuk mencegah praktik penyalahgunaan di lapangan.

“Setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti melalui verifikasi data dan pengecekan operasional” Terangnya

Lebih lanjut, ketika ada indikasi pelanggaran, langkah penindakan dijalankan secara tegas. Ini bagian dari upaya menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan

Kasus ini menjadi sorotan karena membuka dugaan celah permainan barcode dan lemahnya pengawasan distribusi solar subsidi di tingkat SPBU.

Publik kini menanti langkah lanjutan aparat dan pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

Pertamina memastikan distribusi BBM di wilayah Sulawesi Selatan tetap berjalan normal dan masyarakat diminta aktif melaporkan dugaan penyimpangan melalui PCC 135 agar setiap indikasi pelanggaran dapat segera ditindaklanjuti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *