banner 400x130
HUKRIM  

Teror Geng Motor Selama Sepekan Tak Terbendung, Kinerja Kapolda Sulsel di Pertanyakan

banner 400x130

MAKASSAR I SUARAHAM — Teror Geng Motor Merajalela, Kinerja Kapolda Sulsel Dipertanyakan

Gelombang teror geng motor di Kota Makassar, Kabupaten Maros, hingga Gowa kian mengkhawatirkan.

Dalam kurun hampir satu bulan terakhir, aksi brutal kelompok ini terus berulang tanpa penanganan yang terlihat efektif, memunculkan pertanyaan serius terhadap kinerja aparat kepolisian, khususnya Polda Sulawesi Selatan.

Di berbagai titik kota, warga dibuat cemas oleh aksi geng motor yang tak hanya ugal-ugalan di jalan, tetapi juga membawa senjata berbahaya.

Seperti busur panah, senjata tajam, hingga benda menyerupai pistol. Mereka menyasar pengendara secara acak, bahkan tak segan melukai korban.

Rentetan kejadian sepanjang April hingga awal Mei 2026 menunjukkan pola yang sama: pengeroyokan, perusakan kendaraan, hingga perlawanan terhadap aparat saat hendak diamankan.

Situasi ini memunculkan kesan bahwa negara, melalui aparatnya, belum benar-benar hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Insiden terbaru terjadi di Jalan Langgau, Kecamatan Bontoala, Makassar, pada Jumat (1/5) dini hari.

Sekelompok geng motor menyerang sebuah rumah warga dan melakukan aksi perusakan. Peristiwa ini terekam kamera CCTV dan kini tengah dalam penyelidikan polisi.

Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abubakar, menyebut pihaknya telah turun ke lokasi dan melakukan pemeriksaan saksi serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat.

Namun hingga kini, motif penyerangan belum terungkap.
Polisi menduga aksi tersebut berkaitan dengan kelompok pemuda yang mencari konflik di jalanan saat melintas menuju wilayah lain.

Dugaan ini justru mempertegas bahwa fenomena geng motor bukan lagi insiden sporadis, melainkan pola yang terus berulang tanpa pencegahan yang efektif.

Meski dalam kejadian terakhir tidak ada korban jiwa, pelaku tetap melakukan perusakan fasilitas warga, termasuk menjatuhkan sepeda motor dan menghancurkan pot bunga.

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat datang berkelompok, sebagian mengenakan pakaian gelap dan membawa benda yang diduga senjata.

Kondisi ini menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan langkah konkret aparat penegak hukum, terutama Kapolda Sulsel, dalam menekan dan mengakhiri aksi geng motor yang semakin brutal dan tak terkendali.

Jika situasi ini terus berlanjut tanpa penanganan tegas dan terukur, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap aparat keamanan akan semakin terkikis.

Negara dituntut hadir, bukan sekadar merespons setelah kejadian, tetapi mampu mencegah sebelum teror kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *