MAKASSAR I SUARAHAM – Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.
Sistem baru yang diterapkan tahun ini mendapat perhatian positif karena dinilai mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 dirancang untuk menghadirkan proses penerimaan siswa yang lebih tertib, adil, dan bebas dari praktik kecurangan.
Pemerintah kota juga memastikan seluruh tahapan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat.
Melalui aplikasi LONTARA+, Pemkot Makassar menghadirkan layanan digital yang memudahkan orang tua dan calon peserta didik dalam mengakses seluruh proses pendaftaran secara real time.
Inovasi ini dinilai menjadi langkah maju dalam transformasi layanan pendidikan berbasis teknologi di Kota Makassar.
Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat infrastruktur sistem dengan membagi layanan ke dalam tiga server berbeda untuk jenjang TK, SD, dan SMP.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar tanpa kendala teknis seperti server down yang sebelumnya kerap dikeluhkan masyarakat.
SPMB 2026 juga dilengkapi berbagai fitur pendukung seperti live chat pengaduan, notifikasi otomatis melalui WhatsApp dan email, hingga pengecekan data siswa secara langsung.
Kehadiran fitur-fitur tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan siswa baru.
Munafri menilai pemerataan peserta didik menjadi salah satu tujuan utama dalam sistem baru ini.
Menurutnya, distribusi siswa yang lebih merata akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta.
Pemerintah Kota Makassar juga mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas pelaksanaan SPMB 2026.
Dengan dukungan semua pihak, proses penerimaan siswa baru diyakini dapat berjalan lebih objektif dan akuntabel.
Tahapan pelaksanaan SPMB 2026 sendiri dimulai dengan simulasi pendaftaran pada 12–14 Mei 2026, dilanjutkan pembukaan jalur non-domisili dan domisili pada Juni mendatang.
Pemkot Makassar optimistis sistem baru berbasis teknologi ini akan menjadi solusi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik dan merata bagi seluruh masyarakat.











