banner 600x130

Disiplin Tanpa Hukuman, SDN Kalukuang III Makassar Hadirkan Inovasi “ManDi BersI DeK” untuk Bentuk Karakter Siswa

banner 400x130

MAKASSAR | SUARAHAM – Membangun karakter disiplin tidak harus dilakukan dengan hukuman atau tindakan yang membuat anak merasa tertekan.

Prinsip inilah yang diterapkan UPTD SPF SD Negeri Kalukuang III, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, melalui sebuah inovasi pendidikan bertajuk “ManDi BersI DeK” (Menanamkan Disiplin Siswa dengan Berbaris Rapi di Depan Kelas).

Program ini lahir sebagai jawaban atas persoalan kedisiplinan yang masih ditemui di lingkungan sekolah, khususnya kebiasaan sebagian siswa datang terlambat sehingga mengganggu efektivitas proses belajar mengajar.

Melihat kondisi tersebut, Kepala UPTD SPF SDN Kalukuang III, Hj. Asia Bau, S.Ag., M.Pd., bersama seluruh tenaga pendidik memilih pendekatan yang lebih edukatif dan ramah anak.

Alih-alih memberikan hukuman, sekolah membangun budaya disiplin melalui pembiasaan positif yang mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk datang tepat waktu.

“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah karena merasa senang, dihargai, dan termotivasi, bukan karena takut dihukum. Disiplin yang lahir dari kesadaran akan bertahan lebih lama dibandingkan disiplin karena paksaan,” ujar Hj. Asia Bau.

Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, seluruh siswa diarahkan berbaris rapi di depan kelas. Didampingi wali kelas dan ketua kelas, kegiatan diawali dengan sapaan hangat, pengecekan kondisi kesehatan, hingga pemberian motivasi singkat sebelum memasuki ruang belajar.

Suasana sederhana tersebut menjadi momentum membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak awal hari.

Melalui kebiasaan ini, siswa dilatih untuk menghargai waktu, tertib dalam antrean, sabar menunggu giliran, menghormati teman, mematuhi aturan, serta bertanggung jawab terhadap kewajibannya sebagai pelajar.

Program ini pun mendapat apresiasi dari para orang tua. Mereka mengaku anak-anak kini lebih bersemangat bangun pagi dan datang ke sekolah tepat waktu.

Perubahan perilaku tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan persuasif mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.

Melihat hasil yang semakin nyata, sekolah kemudian menetapkan kegiatan tersebut sebagai inovasi resmi dengan nama “ManDi BersI DeK”, yang menjadi salah satu program unggulan dalam penguatan pendidikan karakter di SDN Kalukuang III.

Selain meningkatkan kedisiplinan, inovasi ini juga menciptakan suasana sekolah yang lebih tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan. Guru memiliki ruang untuk melakukan penguatan karakter sebelum proses belajar dimulai, sementara siswa datang ke kelas dengan kesiapan mental dan emosional yang lebih baik.

Inovasi ManDi BersI DeK menjadi bukti bahwa pembentukan karakter disiplin tidak selalu identik dengan hukuman. Melalui pendekatan yang humanis, konsisten, dan ramah anak, UPTD SPF SDN Kalukuang III menunjukkan bahwa perubahan perilaku dapat dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dan berpotensi menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan budaya disiplin yang positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *