banner 600x130
RAGAM  

Keluhan Konsumen Belum Terjawab, Pemberitaan Sari Laut H. Slamet Justru Diminta Di-Takedown

MAKASSAR I SUARAHAM — Polemik Rumah Makan Sari Laut H. Slamet di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, memasuki babak baru.

Setelah keluhan konsumen terkait ikan mujair yang disebut memiliki aroma lumpur menjadi sorotan di media sosial, kini muncul persoalan lain: permintaan agar unggahan pemberitaan mengenai rumah makan tersebut diturunkan atau di-take down.

Permintaan itu diketahui berasal dari akun Instagram @dailyoffira, yang sebelumnya juga terlihat memberikan komentar bernada pembelaan terhadap Sari Laut H. Slamet.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di ruang publik mengenai alasan di balik permintaan takedown tersebut dan apakah ada komunikasi tertentu antara pemilik akun dengan pihak rumah makan.

Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti yang dapat memastikan bahwa permintaan tersebut merupakan instruksi langsung dari pemilik ataupun pengelola Sari Laut H. Slamet.

Akun @dailyoffira Bela Sari Laut H. Slamet

Pantauan media pada Selasa (18/8/2026), akun Instagram @dailyoffira terlihat memberikan komentar pada unggahan yang memuat pemberitaan mengenai Sari Laut H. Slamet.

Akun tersebut mengaku kerap makan di rumah makan tersebut dan menilai menu yang disajikan memiliki cita rasa yang baik.

“@sarilaut_h.slamet andalan ini sering makan disini, menu” nya semua enak” apalagi banyak macam sambelnya,” tulis akun tersebut.

Tidak hanya memuji makanan, akun tersebut juga mempertanyakan pemberitaan yang dinilai dapat merugikan usaha.

“Heran deh sama orang” sampai segini nya menjatuhkan usaha orang, mirisss dehhhh,” tulisnya.

Namun, sorotan kemudian bergeser setelah muncul tangkapan layar percakapan yang memperlihatkan akun tersebut meminta admin menurunkan unggahan pemberitaan.

“Halo kak boleh postingan ini di take down?” demikian isi pesan yang terlihat dalam tangkapan layar.

Rangkaian komentar dan pesan tersebut kemudian memunculkan spekulasi di tengah publik mengenai kemungkinan adanya kedekatan atau hubungan tertentu antara pemilik akun dan pihak rumah makan.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemilik atau pengelola Sari Laut H. Slamet memberikan instruksi kepada akun @dailyoffira untuk meminta takedown.

Publik Mulai Mempertanyakan Motif Takedown

Permintaan takedown di tengah munculnya keluhan konsumen membuat polemik berkembang ke persoalan baru.

Publik kini tidak hanya mempertanyakan kualitas makanan yang dikeluhkan konsumen, tetapi juga alasan sebuah pemberitaan diminta untuk dihapus atau diturunkan.

Apakah permintaan tersebut murni inisiatif pribadi pemilik akun?

Ataukah sebelumnya terdapat komunikasi tertentu dengan pihak rumah makan?

Pertanyaan tersebut hingga kini belum mendapatkan jawaban.

Redaksi menempatkan persoalan ini sebagai informasi yang masih membutuhkan klarifikasi, bukan sebagai kesimpulan bahwa owner maupun manajemen Sari Laut H. Slamet berada di balik permintaan takedown.

@dailyoffira Dimintai Klarifikasi

Untuk mengungkap konteks sebenarnya, redaksi telah menghubungi pemilik akun Instagram @dailyoffira melalui pesan langsung atau Direct Message (DM).

Redaksi meminta penjelasan mengenai alasan permintaan takedown, termasuk apakah permintaan tersebut merupakan inisiatif pribadi atau berkaitan dengan komunikasi dengan pihak Sari Laut H. Slamet.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari akun @dailyoffira.

Dengan demikian, motif dan latar belakang permintaan takedown tersebut masih belum terungkap.

Netizen: Ada yang Kecewa, Ada yang Membela

Di tengah polemik tersebut, sejumlah netizen turut memberikan tanggapan berbeda.

Pemilik akun @nuralimalwi mengaku pernah makan di rumah makan tersebut dan menyampaikan pengalaman yang berbeda.

“Kemarin sore saya makan disitu, ikannya sangat sangat TDK enak dan TDK segar rasanya pengen muntah ini fakta!!! maaf bukan bermaksud menjelekkan atau menjatuhkan tapi itu faktanya semoga kedepannya lebih di perhatikan lagi terimakasih,” tulisnya.

Sementara itu, akun @cali_ajdd justru memberikan pembelaan terhadap rumah makan tersebut.

“satu dua ini dengan @teropongmakassar uplod yang tidak masuk akal, nassami tolo ikan mujair bau tanah karna hidup di air tawar cobako pesan ikan laut atau bebek gorengnya HJ SLAMET, ANDALANKU ITU,” tulisnya.

Perbedaan komentar tersebut memperlihatkan bahwa polemik Sari Laut H. Slamet telah berkembang menjadi perdebatan terbuka di media sosial.

Keluhan Konsumen Berawal dari Ikan Mujair

Sebelumnya, persoalan bermula pada Jumat dini hari, 14 Agustus 2026.

Konsumen berinisial AT bersama tiga rekannya makan di Sari Laut H. Slamet dan memesan sejumlah makanan serta minuman, termasuk dua ekor ikan mujair.

Kepada redaksi, AT mengaku salah satu ikan yang disajikan memiliki aroma lumpur yang cukup kuat sehingga mengganggu kenyamanan saat dikonsumsi.

“Setelah kami menyampaikan keluhan, awalnya ada kesan bahwa ikan tersebut akan diperiksa. Namun setelah dibawa ke bagian dapur, ikan kembali disajikan ke meja kami. Saat itu kami mendapat penjelasan bahwa aroma tersebut dianggap wajar. Karena itu kami merasa keluhan kami belum mendapatkan respons yang kami harapkan,” ujar AT.

Sementara ED, yang turut berada di lokasi, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai harga makanan.

“Ikan tersebut akhirnya tidak kami konsumsi karena aromanya cukup mengganggu. Setelah selesai makan, kami kembali menyampaikan keberatan kepada pihak rumah makan. Saat itu sempat ada pembicaraan mengenai pengurangan harga, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah bagaimana keluhan pelanggan ditindaklanjuti dengan baik,” kata ED.

Berdasarkan struk pembayaran yang diperlihatkan kepada redaksi, total transaksi rombongan tersebut mencapai Rp390.000.

Pihak Rumah Makan Belum Berikan Klarifikasi

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, redaksi juga telah berupaya menghubungi pihak Rumah Makan Sari Laut H. Slamet melalui nomor WhatsApp yang tercantum pada kartu nama usaha tersebut.

Kontak awal sempat mendapat respons pada Minggu (16/8/2026).

“Iya kaka, Kenapa Kak,” demikian jawaban singkat pihak yang merespons setelah redaksi memperkenalkan diri.

Namun, setelah itu belum ada penjelasan lebih lanjut terkait keluhan konsumen maupun persoalan permintaan takedown.

Redaksi: Tidak Menuduh, Tetapi Meminta Penjelasan

Redaksi menegaskan bahwa munculnya permintaan takedown dari akun @dailyoffira tidak dapat serta-merta diartikan sebagai instruksi dari owner atau manajemen Sari Laut H. Slamet.

Belum ada bukti yang cukup untuk menarik kesimpulan tersebut.

Namun, keberadaan permintaan takedown di tengah polemik konsumen tetap menjadi informasi yang relevan untuk diberitakan karena menyangkut respons terhadap sebuah pemberitaan dan menimbulkan pertanyaan publik.

Karena itu, redaksi membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya kepada pemilik akun @dailyoffira maupun pihak Sari Laut H. Slamet untuk menjelaskan duduk perkara sebenarnya.

Jika permintaan tersebut murni inisiatif pribadi, publik berhak mengetahui alasannya. Jika terdapat komunikasi dengan pihak rumah makan, hal tersebut juga penting dijelaskan agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Sampai seluruh pihak memberikan penjelasan, persoalan ini tetap ditempatkan sebagai dugaan yang belum terkonfirmasi, bukan sebagai kesimpulan bahwa pihak Sari Laut H. Slamet berada di balik permintaan takedown.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *