MAKASSAR I SUARAHAM — Dr. Mahmud Suyuti, M.Ag., merupakan akademisi dan aktivis organisasi keagamaan yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), organisasi tarekat hingga perguruan tinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Namanya kini menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan Mahmud berada di dalam sebuah room karaoke di Kota Makassar bersama sejumlah pria dan perempuan yang disebut sebagai Ladies Companion (LC) mencuat. Dalam rekaman tersebut Mahmud diduga mengonsumsi minuman beralkohol (Minol) karena terlihat oleng.
Pada saat tim redaksi Suaraham.com melakukan investigasi dan memasuki room karaoke tersebut, Mahmud diduga asik berdansa bersama dengan seorang perempuan yang disebut sebagai LC, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 8 September 2026, sekitar pukul 01.00 WITA.
Dalam rekaman berdurasi sekitar 15 detik, Mahmud terlihat berada di dalam room bersama sejumlah orang, sementara sejumlah botol minuman tampak berada di ruangan tersebut.
Namun, sebelum membahas video yang menjadi sorotan, rekam jejak Mahmud menunjukkan bahwa dirinya bukan figur baru dalam lingkungan akademik maupun organisasi keagamaan di Sulawesi Selatan.
Pengurus PWNU Sulsel
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Mahmud tercatat sebagai Wakil Katib Syuriah PWNU Sulawesi Selatan masa khidmat 2024–2029.
Jabatan tersebut tercantum dalam materi pemberitaan Suaraham.com yang sebelumnya memuat identitas Mahmud sebagai Wakil Katib Syuriah PWNU Sulsel periode 2024–2029.
Posisi tersebut menjadi salah satu bagian dari rekam jejak Mahmud dalam struktur organisasi NU Sulawesi Selatan.
Katib JATMAN Sulsel
Sementara itu, dalam organisasi tarekat, Mahmud juga memiliki posisi di Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Sulsel.
Berdasarkan publikasi website resmi JATMAN, dalam struktur Idarah Wustha JATMAN Sulawesi Selatan masa khidmat 2025–2030, Dr. Mahmud Suyuti, M.Ag., tercatat sebagai Katib pada jajaran Ifadiyyah. Susunan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Idarah Aliyyah JATMAN Nomor 054.SK-JATMAN.I-A.1-A.01.07.2025.
Posisi tersebut memperlihatkan keterlibatan Mahmud dalam organisasi tarekat yang berada dalam lingkungan JATMAN.
Aktif di MUI
Di lingkungan Majelis Ulama Indonesia, terdapat catatan resmi yang perlu diperhatikan.
Berdasarkan susunan pengurus komisi MUI Sulsel periode 2021–2026 yang dipublikasikan MUI Sulawesi Selatan, Mahmud tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sulsel, dengan Prof. Dr. Nasir Siola, M.Ag., sebagai ketua.
Dengan demikian, jabatan yang dapat diverifikasi dari sumber resmi tersebut adalah Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sulsel, bukan Ketua Komisi.
Dosen Hadis UIM
Di bidang akademik, Mahmud juga dikenal sebagai dosen bidang hadis.
Profil yang dipublikasikan Sahabat News menyebut Mahmud sebagai dosen Hadis Universitas Islam Makassar (UIM) dan pengajar mata kuliah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja). Sumber yang sama menyebut ia kemudian menjadi dosen tetap Fakultas Agama Islam UIM dengan mata kuliah hadis.
Sementara itu, laman resmi Universitas Islam Makassar juga pernah mencantumkan Mahmud sebagai Dosen UIM dalam tulisan yang diterbitkan institusi tersebut.
Dalam perkembangan berikutnya, Mahmud juga disebut sebagai dosen ilmu hadis UIN Alauddin Makassar dalam pemberitaan MUI Sulsel.
Dengan demikian, aktivitas akademiknya berada pada bidang yang berkaitan langsung dengan ilmu hadis dan pendidikan keislaman.
Pernah Menjadi Wakil Ketua II BAZNAS Sulsel
Rekam jejak Mahmud juga tercatat dalam kelembagaan zakat.
Dalam struktur BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan periode 2016–2021, Mahmud Suyuti tercantum sebagai Wakil Ketua II bidang pendistribusian. Data tersebut tercantum dalam dokumen yang memuat struktur organisasi BAZNAS Sulsel periode tersebut.
Pemberitaan Media Indonesia pada 2018 juga menyebut Mahmud sebagai Wakil Ketua BAZNAS Sulsel dan mengaitkannya dengan bidang pendistribusian dan pendayagunaan.
Catatan lain dari ANTARA juga menyebut Mahmud sebagai Wakil Ketua BAZNAS Sulsel ketika memberikan penjelasan mengenai pengelolaan zakat profesi.
Rekam Jejak di GP Ansor dan LP Ma’arif
Kiprah Mahmud dalam organisasi NU tidak hanya berada di PWNU.
Dalam sejumlah publikasi, Mahmud tercatat pernah menjadi Dewan Penasehat PW GP Ansor Sulsel. Salah satunya tercantum dalam dokumen kegiatan GP Ansor yang menyebut Mahmud sebagai Dewan Penasehat PW GP Ansor Sulsel.
Pada pemberitaan kegiatan GP Ansor Sulsel tahun 2025, Mahmud juga disebut sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat PW GP Ansor Sulsel.
Sementara itu, publikasi NU Online pernah mencantumkan Mahmud Suyuti sebagai Sekretaris LP Ma’arif Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan.
Aktif Sejak Masa Mahasiswa
Keterlibatan Mahmud dalam organisasi telah berlangsung sejak masa mahasiswa.
Dalam profil yang dipublikasikan Sahabat News, Mahmud disebut memiliki perjalanan akademik dan organisasi yang cukup panjang, termasuk aktivitasnya dalam bidang hadis, tarekat dan NU. Profil tersebut juga menyebut pengalaman Mahmud sebagai dosen Hadis UIM serta keterlibatannya dalam BAZNAS Sulsel.
Rekam jejak tersebut kemudian berkembang hingga Mahmud dipercaya menduduki sejumlah posisi dalam organisasi keagamaan dan lembaga sosial-keagamaan di Sulawesi Selatan.
Video di Room Karaoke
Di tengah profil tersebut, video yang memperlihatkan Mahmud berada di sebuah room karaoke kemudian menjadi sorotan.
Dalam rekaman, Mahmud terlihat duduk bersama sejumlah orang. Di dalam room tampak sejumlah botol minuman yang disebut bermerek Tequila dan Tower Beer Bintang.
Pada bagian lain, pada saat Suaraham.com masuk kedalam room tersebut Mahmud terlihat berdansa bersama seorang perempuan yang disebut sebagai LC.
Aktivitas tersebut kemudian dikonfirmasi langsung kepada Mahmud pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WITA di salah satu warung kopi kawasan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Mahmud mengakui bahwa dirinya memang berdansa dengan perempuan tersebut.
“Kalau berdansa ya, saya memang akui benar. Saat itu, saya tidak minum, hanya teman-teman yang minum,” kata Mahmud.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi konfirmasi langsung mengenai aktivitas berdansa yang terekam dalam video. Namun, Mahmud membantah mengonsumsi minuman beralkohol.
Mengaku Sering ke Karaoke
Mahmud juga mengakui bahwa dirinya cukup sering mendatangi tempat karaoke.
“Jadi terkait itu saya akui sering, bukan hanya di tempat semalam. Di tempat lain juga, akan tetapi bersama keluarga,” ujarnya.
Menurut Mahmud, pada kesempatan tertentu ia datang bersama keluarga. Ia juga menyebut dirinya kerap mendapatkan voucher karaoke dari seorang manajer hotel yang disebutnya memiliki hubungan keluarga.
Mahmud kemudian menyebut keberadaannya di tempat karaoke pada malam tersebut sebagai sebuah keteledoran karena dirinya tidak datang bersama keluarga.
“Saya akui ini adalah keteledoran saya, karena saya tidak bersama dengan keluarga,” katanya.
Ia bahkan mempersilakan media melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen mengenai kebiasaannya datang ke tempat tersebut.
“Dan kita bisa konfirmasi ke pihak manajemen apakah saya pernah bersama perempuan,” lanjutnya.
Alasan Mahmud Berada di Room
Terkait keberadaannya di tempat tersebut, Mahmud mengatakan dirinya sedang melayani tamu dari Kalimantan.
“Lagi melayani tamu dari Kalimantan,” katanya.
Namun, berdasarkan rekaman yang diperoleh, belum terlihat sosok yang secara jelas dapat diidentifikasi sebagai tamu dari Kalimantan sebagaimana yang dimaksud Mahmud.
Kendaraan Berstiker UIM Ikut Disorot
Selain aktivitas di dalam room, tim investigasi Suaraham.com juga menemukan kendaraan yang menggunakan stiker bertuliskan UIM Al Gazali Universitas Islam Makassar di sekitar lokasi.
Salah satu kendaraan yang terpantau menggunakan nomor polisi DD 1835 UIM. Mahmud membenarkan kendaraan tersebut merupakan kendaraan kantor.
“Iya memang betul. Kendaraan roda empat (DD 1835) mobil kantor, kalau yang satu saya juga belum tahu, siapa tahu ada kegiatan di atas,” katanya.
Keberadaan kendaraan yang disebut sebagai kendaraan kantor tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut, terutama mengenai konteks penggunaannya di lokasi tempat hiburan malam.
Belum terdapat informasi yang cukup untuk memastikan apakah kendaraan tersebut digunakan untuk kepentingan kedinasan, mengantar tamu, atau kepentingan pribadi.
Mahmud: Tidak Berkaitan dengan NU
Terkait statusnya sebagai pengurus PWNU Sulsel, Mahmud menegaskan bahwa keberadaannya di tempat karaoke tersebut tidak berkaitan dengan organisasi NU.
“Terkait semalam tidak ada hubungan dengan NU. Saya hanya diundang oleh keluarga dari Kalimantan dan hal itu wajar-wajar saja karena kami laki-laki dan hanya manusia biasa, bukan malaikat,” katanya.
Dengan demikian, Mahmud menyatakan aktivitas tersebut merupakan urusan pribadi dan bukan agenda PWNU Sulsel maupun organisasi NU.
Sementara itu, mengenai dugaan dirinya dalam kondisi mabuk, hal tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman video. Mahmud secara tegas membantah mengonsumsi minuman beralkohol dan mengatakan minuman tersebut dikonsumsi oleh teman-temannya.
Adapun fakta yang telah diakui langsung oleh Mahmud adalah keberadaannya di room karaoke dan aktivitas berdansa dengan perempuan yang disebut sebagai LC.











