banner 600x130
HUKRIM  

Operasi Gabungan Sasar THM Makassar, Publik Menanti Keberanian Aparat Membongkar Jaringan Narkoba

MAKASSAR | SUARAHAM — Operasi pemberantasan penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan malam (THM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mulai digencarkan.

Aparat gabungan Polda Sulsel dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel dilaporkan melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi hiburan malam pada Minggu dini hari (18/10/2026).

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran operasi gabungan tersebut adalah Club Ultra di kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkotika.

Dua pengunjung Club Ultra dilaporkan diamankan setelah hasil pemeriksaan urine awal menunjukkan indikasi positif narkotika.

Operasi tersebut melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, BNNP Sulsel, Propam, personel Satbrimob, serta Satpol PP Makassar.

Di lokasi berbeda, aparat Polrestabes Makassar juga menggelar razia di THM Almadera. Dari 50 pengunjung dan karyawan yang menjalani tes urine secara sampling, tiga orang dilaporkan menunjukkan hasil positif narkotika. Temuan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Pengawasan THM Perlu Berkelanjutan

Rangkaian operasi tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang berpotensi menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika.

Penindakan tidak cukup berhenti pada pemeriksaan pengunjung atau tes urine. Aparat juga perlu menelusuri kemungkinan sumber narkotika apabila ditemukan bukti yang mengarah pada penyalahgunaan maupun peredaran gelap.

Meski demikian, hasil tes urine awal yang menunjukkan indikasi positif tidak serta-merta membuktikan seseorang sebagai pengedar narkotika. Status dan penanganan setiap orang harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum.

Polda Sulsel dan BNNP Diharapkan Membuka Hasil Operasi

Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai hasil operasi, termasuk jumlah orang yang diperiksa, hasil pemeriksaan lanjutan, barang bukti yang ditemukan apabila ada, serta langkah hukum yang ditempuh aparat.

Polda Sulsel dan BNNP Sulsel juga diharapkan menjelaskan apakah operasi tersebut merupakan kegiatan rutin atau bagian dari pengembangan kasus narkotika sebelumnya.

Transparansi diperlukan agar publik dapat membedakan antara pemeriksaan pencegahan, indikasi penyalahgunaan, dan temuan yang benar-benar mengarah pada tindak pidana peredaran narkotika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *