banner 400x130
DAERAH  

Limbah MBG Panyula Diduga Cemari Lingkungan Warga, Setelah Ulat Kini Bau Busuk Resahkan Masyarakat

banner 400x130

BONE | SUARAHAM — Dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Desa Panyula, Sabtu (23/5/2026). Warga menyoroti aliran limbah dapur program MBG yang diduga dibuang langsung ke got permukiman hingga menimbulkan bau busuk menyengat dan dicurigai mencemari sumur warga.

Marwan, salah seorang warga Desa Panyula, mengaku masyarakat kini resah karena air sumur yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari diduga ikut terdampak limbah tersebut.

“Diduga pembuangan limbah MBG yang dialirkan ke got lingkungan warga telah menimbulkan pencemaran serius. Dampaknya bukan hanya menimbulkan bau busuk yang menyengat, tetapi juga diduga mencemari sumur warga yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Marwan.

Menurutnya, kondisi itu tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat dan hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ia menegaskan, dugaan pembuangan limbah tanpa pengelolaan yang layak berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jika terbukti menimbulkan pencemaran dan kerugian bagi masyarakat, persoalan tersebut dinilai dapat berujung pada sanksi administratif hingga pidana lingkungan.

“Warga meminta pihak terkait segera turun melakukan pemeriksaan kualitas air dan limbah, serta menghentikan aliran limbah ke got permukiman agar tidak semakin merugikan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Sorotan keras juga datang dari aktivis mahasiswa, Ardy Baso Anas. Ia menilai persoalan di SPPG Panyula terus berulang dan semakin memicu kemarahan publik.

“Sebelumnya ditemukan ulat dalam menu MBG. Sekarang muncul lagi dugaan pembuangan limbah dapur berbau busuk yang diduga mencemari sumur warga. Ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan,” katanya.

Ardy menilai situasi tersebut semakin ironis karena terjadi di tengah kondisi masyarakat Panyula yang baru berupaya bangkit pascabanjir yang sempat merendam permukiman dan jalan poros beberapa hari lalu.

“Di saat pemerintah daerah menggalakkan kerja bakti dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, justru muncul dugaan limbah dapur MBG yang menciptakan lingkungan kotor dan tidak sehat. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Ia pun mendesak pemerintah daerah, Satgas MBG, hingga pihak koordinator wilayah segera mengambil langkah tegas dan transparan sebelum situasi berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar.

“Minimal ada penghentian sementara operasional sebelum persoalan ini memicu reaksi masyarakat yang lebih besar. Jangan tunggu warga marah baru bertindak,” tegas Ardy.

Warga kini meminta dinas terkait segera turun melakukan uji kualitas air sumur dan investigasi menyeluruh terhadap sistem pembuangan limbah dapur MBG di Panyula. Masyarakat khawatir jika dibiarkan berlarut, dugaan pencemaran tersebut dapat memicu gangguan kesehatan dan memperparah kondisi lingkungan permukiman warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *