banner 600x130
RAGAM  

Momentum HUT ke-81 RI, PW SEMMI Sulsel Desak Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi dan Perkuat UMKM

MAKASSAR | SUARAHAM.COM — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni dan perayaan simbolik.

Momentum kemerdekaan harus menjadi titik evaluasi terhadap kondisi ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM PW SEMMI Sulsel, Idul Agustin. Ia meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Menurut Idul, makna kemerdekaan harus diterjemahkan lebih jauh. Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan secara politik, tetapi juga kemampuan negara memastikan rakyat memperoleh kehidupan yang layak, pekerjaan, daya beli yang memadai, serta kesempatan ekonomi yang adil.

“Momentum kemerdekaan ke-81 ini harus menjadi momentum evaluasi. Pemerintah harus memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan masyarakat kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Idul Agustin.

Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi pemerintah, mulai dari penguatan sektor riil, penciptaan lapangan kerja, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

Menurutnya, kebijakan ekonomi tidak boleh hanya terlihat baik pada angka-angka makro, tetapi juga harus tercermin dalam kondisi kehidupan masyarakat sehari-hari.

UMKM Jangan Hanya Jadi Slogan

PW SEMMI Sulsel secara khusus menyoroti pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah dinilai perlu memastikan berbagai program pemberdayaan UMKM benar-benar menyentuh pelaku usaha di lapangan.

Idul mendorong adanya akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau, pendampingan usaha yang berkelanjutan, percepatan digitalisasi, penyederhanaan regulasi, serta perluasan akses pasar bagi produk UMKM.

“Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan secara seremonial, sementara masih banyak masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Kemerdekaan harus hadir dalam bentuk kesejahteraan,” tegasnya.

Ia menegaskan, UMKM tidak boleh hanya dijadikan slogan dalam setiap momentum peringatan kemerdekaan. Dukungan terhadap sektor tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang terukur dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha masyarakat.

Rakyat Butuh Kepastian

Idul juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dari tekanan ekonomi, khususnya melalui pengendalian harga kebutuhan pokok dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Menurutnya, stabilitas ekonomi harus dibangun dari bawah dengan memperkuat daya beli masyarakat dan memastikan pelaku usaha kecil mampu bertahan sekaligus berkembang.

“Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang cepat, tepat sasaran dan berdampak langsung. Rakyat membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji. Momentum HUT ke-81 RI harus menjadi titik kebangkitan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

PW SEMMI Sulsel menegaskan bahwa kemerdekaan politik harus berjalan beriringan dengan kemerdekaan ekonomi. Sebab, kemerdekaan sejatinya belum sepenuhnya bermakna apabila masyarakat masih kesulitan memperoleh pekerjaan, mempertahankan usaha, memenuhi kebutuhan pokok, dan meningkatkan taraf hidup.

Merdeka secara politik harus diikuti dengan merdeka secara ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *