SAMARINDA I SUARAHAM – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 atau usia emas organisasi.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pleno yang dirangkaikan dengan rapat panitia pelantikan pengurus Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Kalimantan Timur.
Rapat berlangsung pada Jumat malam (30/10/2026), mulai pukul 19.30 WITA hingga selesai, bertempat di kediaman H. Yusrianto, S.H., Jalan KH Harun Nafsi, Rapak Dalam, Samarinda.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua BPW KKSS Kalimantan Timur, Prof. Dr. H. M. Ridwan Tasa, M.M., Sekretaris Dr. N. Andi Ade Lepu, serta jajaran pengurus dan panitia pelaksana.
Selain membahas kesiapan pelantikan pengurus, rapat juga menjadi forum konsolidasi untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan HUT ke-50 KKSS berjalan sesuai rencana.
Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas antarpengurus.
Ketua KKSS Kalimantan Timur, Prof. Dr. H. M. Ridwan Tasa, menyampaikan bahwa peringatan setengah abad KKSS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat ikatan kekeluargaan, persatuan, dan kontribusi warga Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur.
Menurutnya, sejumlah agenda telah disiapkan panitia dengan melibatkan keluarga besar KKSS dan masyarakat.
Puncak peringatan HUT ke-50 direncanakan dipusatkan di GOR Segiri Samarinda, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:
14 November 2026 Panitia menjadwalkan perlombaan domino sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan perayaan HUT ke-50.
15 November 2026 Dilaksanakan kegiatan jalan santai dan donor darah. Sementara itu, lokasi pelaksanaan kedua kegiatan tersebut masih dalam tahap penentuan oleh pengurus. Rangkaian agenda juga direncanakan mencakup Musyawarah Kerja Wilayah (Mukorwil).
16 November 2026 Menjadi puncak peringatan HUT ke-50 KKSS. Pada kesempatan tersebut, panitia merencanakan menghadirkan tokoh ulama untuk memberikan tausiah sebagai penguatan nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan.
Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi peserta dan keluarga besar KKSS yang turut berpartisipasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Tasa turut mengingatkan seluruh keluarga besar KKSS agar senantiasa menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur budaya Bugis-Makassar, yakni “Sipakainge, Sipakalebbi, Sipakatau.”
Filosofi tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya saling mengingatkan, saling menghargai, dan saling memanusiakan sesama.
Ia juga mengingatkan prinsip kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan, “Di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung.”
Menurutnya, filosofi tersebut menjadi pedoman bagi setiap warga KKSS untuk senantiasa menghormati adat istiadat setempat, menjaga keharmonisan, serta membangun hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat di mana pun berada.
Rapat pleno kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama sebagai bentuk penguatan hubungan kekeluargaan di antara seluruh pengurus.
Melalui persiapan ini, KKSS Kalimantan Timur berharap peringatan HUT ke-50 menjadi momentum memperkokoh persatuan, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan peran dan kontribusi masyarakat Sulawesi Selatan dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Timur.
Setengah abad perjalanan KKSS menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada persaudaraan, kepedulian, dan komitmen menjaga nilai-nilai budaya.
Kebersamaan adalah kekuatan, persaudaraan adalah fondasi, dan budaya adalah identitas yang harus terus diwariskan.











