banner 400x130

TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi Total Misi UNIFIL

banner 400x130

JAKARTA | SUARAHAM – Gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian kembali memicu sorotan serius terhadap sistem perlindungan pasukan internasional.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan evaluasi total terhadap mekanisme keamanan dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Desakan ini muncul setelah Praka Rico Pramudian meninggal dunia usai menjadi korban serangan peluru kendali yang menghantam markas UNIFIL. Insiden tersebut dinilai sebagai bukti meningkatnya eskalasi konflik yang kini turut mengancam pasukan penjaga perdamaian.

Sukamta menilai mandat dan sistem perlindungan UNIFIL sudah tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi lapangan yang semakin berbahaya.

“PBB harus mengevaluasi secara menyeluruh mandat dan mekanisme perlindungan pasukan, agar selaras dengan ancaman nyata di lapangan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, pasukan perdamaian tidak boleh menjadi korban dalam konflik yang seharusnya mereka redam. Karena itu, semua pihak yang terlibat konflik wajib menghormati keberadaan dan keamanan personel PBB.

Tak hanya itu, Sukamta juga mendesak dilakukannya investigasi terbuka atas insiden yang menewaskan Praka Rico. Transparansi dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah kejadian serupa terulang.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia diminta tidak tinggal diam. Evaluasi internal terhadap sistem penugasan prajurit TNI dalam misi luar negeri dinilai mendesak, terutama menyangkut aspek keamanan, kesiapan, dan pola operasi.
“Peninjauan komprehensif perlu dilakukan tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” katanya.

Serangan terhadap markas UNIFIL sendiri menjadi alarm keras bahwa zona operasi yang selama ini dianggap relatif aman kini berubah menjadi area berisiko tinggi. Kondisi ini mempertegas urgensi pembaruan sistem perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian.

Praka Rico sebelumnya menjalani perawatan di Lebanon sebelum akhirnya dinyatakan gugur akibat luka yang dideritanya dari ledakan tersebut. Insiden ini menambah daftar duka Indonesia dalam misi UNIFIL.

Hingga kini, tercatat empat prajurit TNI gugur dalam penugasan di Lebanon, yakni Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudian.

Sukamta menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit harus menjadi momentum perbaikan sistem perlindungan pasukan perdamaian dunia.

“Ini bukan sekadar kehilangan, tetapi peringatan keras bahwa misi perdamaian membutuhkan perlindungan yang jauh lebih kuat dan komitmen nyata dari komunitas internasional,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *