SURABAYA I SUARAHAM — Prajurit Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir (Yontankfib 2 Mar) menggelar kegiatan edukasi kebangsaan bagi siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai nasionalisme melalui pengenalan langsung terhadap alat utama sistem senjata (alutsista) milik Korps Marinir.
Kunjungan edukatif tersebut diikuti oleh siswa kelas X yang mendapat kesempatan melihat lebih dekat kehidupan dan tugas prajurit.
Mereka disambut langsung oleh Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto, bersama jajaran pejabat utama Pasmar 2.
Dalam kegiatan ini, Yontankfib 2 Mar menampilkan dua kendaraan tempur andalan Korps Marinir, yakni tank amfibi BMP-3F dan PT-76 (M).
Kedua ranpur tersebut menjadi daya tarik utama karena memiliki sejarah panjang serta kemampuan tempur yang mumpuni, khususnya dalam operasi amfibi.
Tidak sekadar melihat, para siswa juga diberi pengalaman langsung dengan menaiki kendaraan tempur dan berinteraksi dengan prajurit pengawaknya.
Mereka mendapatkan penjelasan rinci mengenai spesifikasi, teknologi, hingga mekanisme operasional ranpur, termasuk kemampuan mengarungi medan air sesuai karakteristik amfibi.
Komandan Yontankfib 2 Mar, Letkol Marinir Hayat Tegar, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun semangat generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa.
Menurutnya, pengenalan dunia militer secara langsung dapat menjadi inspirasi, baik untuk meniti karier di TNI maupun bidang profesional lainnya.
Ia juga berharap SMA Taruna Nusantara Kampus Malang terus konsisten mencetak generasi yang berintegritas tinggi serta memiliki rasa bangga terhadap identitas bangsa Indonesia. Edukasi seperti ini dinilai penting untuk memperkuat karakter kebangsaan sejak dini.
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh prajurit, seperti disiplin, loyalitas, militansi, dan jiwa korsa. Nilai-nilai tersebut diperlihatkan secara nyata melalui interaksi langsung antara siswa dan prajurit.
Melalui kunjungan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teknologi pertahanan, tetapi juga menyerap semangat dan dedikasi prajurit Korps Marinir sebagai garda terdepan pertahanan negara yang profesional dan tangguh.











