OTOMOTIF | SUARAHAM — Chery kembali unjuk gigi di panggung global lewat peluncuran Chery Tiggo X dalam Beijing Auto Show 2026.
SUV ini diproyeksikan sebagai flagship terbaru, menggabungkan teknologi hybrid, kemampuan off-road, dan fitur semi otonom. Namun, sejumlah klaim ambisiusnya masih menyisakan tanda tanya.
Flagship Baru, Target Pasar Lebih Luas
Tiggo X diposisikan sebagai SUV tertinggi dalam lini Chery, sekaligus upaya serius merek asal China itu menembus segmen SUV hybrid besar tiga baris.
Dengan konfigurasi tujuh penumpang, model ini jelas membidik keluarga mapan yang menginginkan kendaraan serbaguna nyaman di kota, tapi tetap tangguh di medan berat.
Desain Gagah, Tapi Masih Konvensional
Secara visual, Tiggo X tampil dengan pendekatan desain maskulin: kap mesin tinggi, overfender tebal, dan siluet boxy yang menguatkan kesan SUV sejati.
Dimensinya pun bongsor panjang lebih dari 5 meter dengan wheelbase hampir 3 meter—memberi ruang kabin lega.
Namun di balik label “flagship”, Chery justru tetap mempertahankan elemen konservatif seperti gagang pintu konvensional.
Ini mengindikasikan bahwa Tiggo X masih diarahkan realistis untuk produksi massal, bukan sekadar mobil konsep futuristik.
Performa Tinggi, Klaim Masih Perlu Dibuktikan
Di atas kertas, Tiggo X cukup mengesankan. Sistem hybrid-nya diklaim menghasilkan tenaga hingga 476 dk dan torsi 630 Nm.
Opsi mesin bensin 1.5L dan 2.0L turbo juga disiapkan dengan transmisi otomatis 8-percepatan.
Versi plug-in hybrid bahkan disebut mampu menempuh hingga 200 km dalam mode listrik murni, dan lebih dari 1.500 km dalam kondisi kombinasi.
Angka ini terdengar sangat ambisius bahkan untuk standar global dan masih perlu pembuktian dalam penggunaan nyata.
Dibekali DNA Off-Road, Bukan Sekadar Gimmick?
Berbeda dari banyak SUV keluarga yang hanya “tampil garang”, Tiggo X mencoba menghadirkan kemampuan off-road sesungguhnya.
Suspensi adaptif elektromagnetik MRC dan sistem AWD permanen “Snow Leopard” diklaim mampu meningkatkan traksi di berbagai kondisi.
Namun lagi-lagi, semua masih sebatas klaim pabrikan. Belum ada uji independen yang memastikan apakah performa off-road ini benar-benar setara dengan SUV mapan di kelasnya.
Teknologi Canggih, Tapi Belum Sepenuhnya Otonom
Di sektor teknologi, Tiggo X dibekali sistem bantuan berkendara Falcon Pilot 700 berbasis lidar.
Fitur ini mendukung kemampuan semi otonom level 2, termasuk navigasi berbantuan dari satu titik ke titik lain.
Meski terdengar canggih, level ini masih mengharuskan pengemudi tetap siaga penuh—artinya belum masuk kategori self-driving sejati.
Belum Final, Harga Masih Misterius
Satu hal yang paling krusial: Tiggo X masih berstatus pengenalan awal. Spesifikasi final belum diumumkan, dan harga pun masih dirahasiakan.
Tanpa kejelasan ini, Tiggo X masih berada di wilayah “janji besar”. Apakah benar akan menjadi game changer di segmen SUV hybrid, atau sekadar konsep ambisius yang dipangkas saat masuk produksi semuanya masih harus ditunggu.











