NASIONAL I SUARAHAM — Presiden Prabowo Subianto kembali mengguncang struktur kekuasaan dengan melakukan reshuffle kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/04).
Perombakan ini tak sekadar rotasi jabatan, tetapi juga menggeser peta pengaruh di lingkaran inti pemerintahan.
Salah satu langkah paling mencolok adalah penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Aktivis buruh tersebut kini masuk ke jantung kekuasaan eksekutif, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang justru “dipindahkan” menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan posisi yang dinilai lebih politis ketimbang teknis.
Perpindahan ini memunculkan tafsir bahwa sektor lingkungan tak lagi sekadar urusan teknokratis, tetapi mulai diwarnai pendekatan politik dan kompromi kepentingan.
Di lingkar Istana, langkah lain yang tak kalah strategis adalah penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Mantan jenderal TNI itu menggantikan M. Qodari, menandakan semakin kuatnya peran militer dalam orbit kekuasaan sipil.
Sementara itu, Qodari tidak sepenuhnya tersingkir. Ia digeser menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom), mengambil alih posisi dari Angga Raka Prabowo.
Pergeseran ini mengindikasikan restrukturisasi besar dalam pengelolaan narasi dan komunikasi pemerintah.
Nama lain yang kembali muncul adalah Abdul Kadir Karding. Sempat dicopot dalam reshuffle September 2025, Karding kini “dipanggil pulang” untuk memimpin Badan Karantina (Baratin).
Comeback ini mempertegas bahwa dinamika kabinet Prabowo sangat cair jabatan bisa hilang, tapi juga bisa kembali tergantung momentum politik.
Tak hanya itu, Hasan Nasbi juga mendapat posisi baru sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Penunjukan ini memperlihatkan perhatian serius Istana dalam mengendalikan opini publik di tengah situasi politik yang semakin kompetitif.
Secara keseluruhan, reshuffle kali ini bukan sekadar penyegaran, melainkan konsolidasi kekuasaan.
Presiden Prabowo tampak merapikan barisan dengan menempatkan figur-figur loyal di posisi kunci baik di sektor strategis, komunikasi, hingga pengaruh militer.











