BERAU I SUARAHAM – Kondisi Jalur Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Berau dengan Kecamatan Kelay kini memantik sorotan serius. Ruas jalan yang menjadi urat nadi transportasi dan distribusi logistik tersebut terpantau mengalami kerusakan parah, dipenuhi lubang-lubang menganga serta sejumlah titik rawan longsor yang sewaktu-waktu dapat memutus akses masyarakat.
Pantauan lapangan pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 11.00 WITA menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Lubang dengan kedalaman bervariasi terlihat mendominasi badan jalan. Di beberapa titik, bahu jalan mulai terkikis dan retak akibat pergerakan tanah yang mengindikasikan potensi longsor serius.
Ironisnya, jalur ini bukan jalan alternatif, melainkan akses utama yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, truk logistik, hingga kendaraan pengangkut hasil perkebunan dan pertambangan. Namun, kondisi yang ada justru menyerupai jalur yang terabaikan tanpa penanganan memadai.
Masyarakat menilai kerusakan yang terjadi bukan lagi persoalan kenyamanan berkendara, melainkan telah menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa pengguna jalan.
“Kalau hujan turun, lubang-lubang besar itu tertutup genangan air. Pengendara tidak bisa membedakan mana jalan dan mana jebakan. Sudah banyak yang nyaris celaka,” ungkap seorang warga yang rutin melintasi jalur tersebut.
Keluhan serupa terus bermunculan. Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kerusakan yang disebut telah berlangsung cukup lama dan terus memburuk dari waktu ke waktu.
Ancaman yang lebih mengkhawatirkan datang dari sejumlah titik yang mengalami pergeseran tanah. Jika longsor terjadi saat arus lalu lintas padat, bukan hanya berpotensi menimbulkan korban jiwa, tetapi juga dapat memutus akses ekonomi masyarakat dan mengisolasi sejumlah wilayah di Kecamatan Kelay.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah penanganan darurat yang signifikan di lokasi-lokasi kritis tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan dan respons instansi terkait terhadap kerusakan infrastruktur yang semakin mengancam keselamatan masyarakat.
Apabila dibiarkan berlarut-larut, kerusakan Jalur Provinsi Berau–Kelay tidak hanya berpotensi meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas, tetapi juga dapat menghambat distribusi kebutuhan pokok, menaikkan biaya transportasi, serta memperlambat aktivitas ekonomi daerah.
Masyarakat mendesak pemerintah provinsi dan instansi teknis terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang selama ini dinilai tidak memberikan solusi jangka panjang. Sebab, setiap hari keterlambatan penanganan berarti mempertaruhkan keselamatan ribuan pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
Jika tidak segera ditangani, jalur vital Berau–Kelay dikhawatirkan berubah dari penghubung ekonomi menjadi titik bencana yang menunggu waktu untuk memakan korban.











