BANDUNG BARAT I SUARAHAM — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kunjungan Anggota DPR RI, Rajiv saat bersilaturahmi dengan siswa, guru, serta orang tua murid di SLB ABC YPLAB pada masa reses, Jumat (8/5).
Kehadiran Rajiv bukan sekadar agenda formal, tetapi membawa pesan kuat tentang pentingnya kehadiran negara bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Dalam kunjungan tersebut, Rajiv menyerahkan sebanyak 50 bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada para siswa.
Bantuan itu diharapkan mampu meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus menjadi suntikan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan berkembang.
“Pendidikan bukan hanya hak segelintir anak, melainkan hak seluruh anak bangsa. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan dan menambah semangat belajar anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Rajiv di hadapan para siswa dan wali murid.
Tak hanya menyerahkan bantuan, Rajiv juga tampak membaur tanpa sekat dengan para siswa.
Ia menyapa satu per satu, berbincang hangat, hingga melihat langsung aktivitas belajar dan bermain anak-anak di lingkungan sekolah.
Momen itu memperlihatkan kedekatan emosional yang jarang terlihat dalam kunjungan pejabat formal.
“Melihat anak-anak menikmati masa sekolah, belajar, bermain, dan tumbuh dengan penuh semangat menjadi kebahagiaan tersendiri. Mereka punya hak yang sama untuk meraih masa depan,” kata Rajiv.
Rajiv turut memberikan apresiasi tinggi kepada para orang tua murid yang dinilainya memiliki perjuangan luar biasa dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, ketulusan, kesabaran, dan kasih sayang para orang tua merupakan kekuatan utama dalam membentuk masa depan anak-anak.
“Para orang tua murid adalah sosok hebat yang terus mendampingi dan memperjuangkan masa depan putra-putrinya dengan penuh cinta. Semoga setiap ikhtiar menjadi jalan hadirnya masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Selain itu, Rajiv juga merespons langsung kebutuhan fasilitas sekolah. Saat pihak sekolah mengusulkan bantuan empat kursi roda, ia justru menyatakan siap memberikan lebih banyak dari yang diminta.
“Ibu kepala sekolah minta empat kursi roda, jangan empat, besok saya kasih lima kursi roda,” tegasnya yang langsung disambut antusias para guru dan orang tua.
Kunjungan ini menjadi simbol bahwa perhatian terhadap pendidikan inklusif tidak boleh berhenti pada wacana semata.
Rajiv menegaskan negara harus hadir memastikan seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak pendidikan yang layak, fasilitas memadai, dan kesempatan yang sama untuk tumbuh serta meraih cita-cita.











