MAKASSAR I SUARAHAM — Gelombang kritik terhadap aparat kepolisian di wilayah Luwu Raya kembali memanas. Rabu (13/5/2026), massa aksi dari IPMIL Raya UNM turun ke jalan menggelar demonstrasi di depan Polda Sulawesi Selatan.
Mereka menilai aparat keamanan gagal membaca potensi konflik sejak dini dan hanya bergerak setelah situasi pecah.
Dalam aksinya, IPMIL Raya UNM menyoroti eskalasi konflik berkepanjangan yang terus menghantui Kabupaten Luwu dan Palopo.
Bentrokan antar kelompok pemuda, konflik horizontal, hingga gesekan komunal disebut terus berulang tanpa solusi konkret dari aparat penegak hukum.
Massa menilai kondisi tersebut telah menciptakan krisis ruang aman bagi masyarakat.
Aktivitas warga terganggu, rasa takut meningkat, bahkan jalur distribusi logistik di Trans Sulawesi sempat lumpuh akibat konflik yang terus terjadi.
“Situasi ini menunjukkan kegagalan serius dalam deteksi dini. Aparat seolah hanya hadir setelah kejadian pecah. Warga tidak butuh polisi yang datang terlambat,” tegas salah satu jenderal lapangan aksi.
IPMIL Raya UNM juga menuding pola pengamanan aparat di wilayah Luwu Raya masih menggunakan paradigma reaktif.
Kehadiran personel bersenjata lengkap di lokasi konflik dinilai hanya menjadi formalitas pasca-kejadian, bukan langkah pencegahan yang efektif.
“Yang terjadi hari ini bukan lagi sekadar konflik biasa. Ini sudah menjadi alarm kegagalan sistem keamanan daerah. Kedamaian masyarakat dipertaruhkan di tengah birokrasi keamanan yang lamban,” ujar massa aksi dalam orasinya.
Tak hanya itu, demonstran juga menilai para pelaku konflik seolah mendapatkan impunitas karena lemahnya penegakan hukum di lapangan. Kondisi tersebut dinilai membuat konflik terus berulang tanpa efek jera.
Atas dasar itu, IPMIL Raya UNM mendesak Polda Sulawesi Selatan segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja Polres Luwu dan Polres Palopo.
Bahkan, massa secara terbuka meminta Kapolres Luwu dan Kapolres Palopo mundur dari jabatannya karena dianggap gagal menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Kami berharap tuntutan hari ini mendapat atensi langsung dari Polda Sulsel. Jangan tunggu korban berikutnya baru ada tindakan serius,” tutup massa aksi.











