banner 400x130
DAERAH  

Momentum Idul Adha, Sekum PC SEMMI Bantaeng Serukan Pemuda Bangun Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

banner 400x130

BANTAENG I SUARAHAM – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga menjadi ruang refleksi mendalam bagi umat Muslim untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat modern.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Kabupaten Bantaeng, Amri Cinrana, dalam pesan Idul Adha yang mewakili keluarga besar organisasi mahasiswa tersebut.

Menurut Amri, Idul Adha bukan sekadar rutinitas tahunan yang identik dengan gema takbir dan penyembelihan hewan kurban. Lebih jauh, momentum ini menjadi pengingat penting tentang makna pengorbanan sejati yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Ia menilai, di tengah arus kehidupan yang semakin materialistis, banyak orang mulai kehilangan makna dasar dari ibadah kurban itu sendiri. Fokus masyarakat sering kali hanya tertuju pada aspek seremonial, sementara nilai kepedulian sosial justru mulai memudar.

“Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang apa yang dimiliki, tetapi tentang apa yang mampu kita relakan dengan ikhlas demi kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.

Amri juga mengajak generasi muda agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat empati sosial, menjaga persatuan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, terutama di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang masih dirasakan banyak masyarakat.

Menurutnya, esensi kurban tidak terbatas pada penyembelihan hewan, melainkan juga keberanian mengorbankan ego, keserakahan, serta sikap individualistis yang dapat merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Pengorbanan terbesar bukan soal harta, tetapi tentang keikhlasan hati dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

Di akhir pesannya, Amri berharap Idul Adha 1447 H / 2026 menjadi titik perubahan bagi seluruh umat Muslim agar tidak hanya merayakan hari besar keagamaan, tetapi benar-benar memahami nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya.

“Semoga Idul Adha tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu melahirkan kepedulian, persatuan, dan perubahan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *