banner 400x130
HUKRIM  

Kader GMNI Diduga Dipukul Saat Aksi, SEMMI Bantaeng Desak Bupati Copot Plh Kasatpol PP dan Polisi Tangkap Pelaku

banner 400x130

BANTAENG I SUARAHAM – Gelombang kecaman terhadap dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantaeng terus menguat.

Kali ini, Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Bantaeng secara terbuka mendesak Bupati Bantaeng mencopot Pelaksana Harian (Plh) Kasatpol PP serta meminta Polres Bantaeng segera menangkap pelaku yang diduga melakukan pemukulan terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat aksi unjuk rasa berlangsung.

Ketua Umum PC SEMMI Bantaeng, Tiwa Jalapala, menilai insiden tersebut bukan sekadar tindakan individu, melainkan cerminan lemahnya pembinaan dan pengawasan internal di tubuh Satpol PP.

“Peristiwa ini mencederai demokrasi dan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Dugaan pemukulan terhadap kader mahasiswa tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa,” tegas Tiwa dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

SEMMI Soroti Tanggung Jawab Pimpinan

Menurut Tiwa, apabila dugaan kekerasan itu benar terjadi, maka pimpinan Satpol PP harus ikut bertanggung jawab secara moral dan kelembagaan atas tindakan bawahannya.

Karena itu, SEMMI mendesak Bupati Bantaeng untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mencopot Plh Kasatpol PP sebagai bentuk ketegasan pemerintah daerah dalam menjaga profesionalisme aparat penegak perda.

“Kami meminta Bupati Bantaeng tidak menutup mata terhadap kejadian ini. Pencopotan Plh Kasatpol PP menjadi langkah penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah tidak mentoleransi tindakan represif terhadap mahasiswa maupun masyarakat,” ujarnya.

Minta Polisi Bertindak Cepat

Selain mendesak evaluasi di tingkat pemerintahan, SEMMI juga meminta aparat penegak hukum bertindak tanpa pandang bulu. Mereka menilai dugaan pemukulan tersebut telah masuk dalam ranah pidana dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mendesak Polres Bantaeng segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap oknum yang diduga melakukan pemukulan. Tidak boleh ada impunitas terhadap pelaku kekerasan, siapapun dia,” kata Tiwa.

Ia menegaskan bahwa hukum harus berdiri di atas prinsip keadilan dan tidak boleh tunduk pada tekanan maupun kepentingan tertentu.

Siap Kawal Hingga Tuntas

Sebagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, PC SEMMI Bantaeng menyatakan solidaritas penuh terhadap GMNI Bantaeng. Mereka berkomitmen mengawal proses hukum hingga kasus tersebut memperoleh kejelasan dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.

SEMMI juga mengingatkan bahwa apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons serius dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, maka gerakan mahasiswa akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kepastian hukum. Jika tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, maka kami bersama elemen mahasiswa lainnya siap melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik-praktik represif yang mengancam ruang demokrasi,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP maupun Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait tuntutan yang disampaikan PC SEMMI Bantaeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *