banner 600x130
DAERAH  

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Ereng-Ereng Tanam Pohon Sebagai Protes Kepada Pemkab Bantaeng

BANTAENG I SUARAHAM – Kesabaran warga Kelurahan Ereng-Ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, tampaknya telah mencapai batas.

Merasa jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas masyarakat tak kunjung diperbaiki, puluhan warga RW 2 melakukan aksi tanam pohon di tengah badan jalan, Selasa (21/7/2026).

Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan sekaligus sindiran keras terhadap Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang dinilai belum menunjukkan langkah nyata dalam menangani kerusakan jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

Sejumlah pohon ditanam tepat di titik-titik jalan yang berlubang dan rusak parah.

Pemandangan itu mencerminkan kondisi infrastruktur yang dinilai semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Koordinator aksi, Bondan, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari akumulasi kekecewaan warga terhadap janji pembangunan yang hingga kini belum terealisasi.

“Ini bentuk hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap janji-janji politik pemerintah. Ketika aspirasi tidak lagi didengar, masyarakat memilih menyampaikannya melalui aksi damai. Pohon yang kami tanam bukan untuk memperindah jalan, tetapi menjadi simbol bahwa jalan ini terlalu lama dibiarkan rusak,” tegas Bondan.

Menurutnya, ruas jalan Kelurahan Ereng-Ereng memiliki fungsi vital karena menghubungkan Kelurahan Ereng-Ereng dengan Desa Labbo, Desa Pattaneteang, hingga menjadi akses utama menuju pusat Kecamatan Tompobulu di Kelurahan Banyorang.

Bahkan, jalur tersebut juga dimanfaatkan masyarakat dari Kabupaten Bulukumba yang beraktivitas di wilayah Tompobulu.

Ironisnya, meski menjadi jalur strategis yang setiap hari dilalui pelajar, petani, kendaraan pengangkut hasil pertanian, hingga masyarakat yang mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan, kondisi jalan disebut masih dipenuhi lubang serta mengalami kerusakan di berbagai titik.

Warga menilai kerusakan itu tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan serta berdampak pada roda perekonomian masyarakat.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bantaeng tidak lagi menunda penanganan jalan tersebut dan segera mengalokasikan anggaran perbaikan sebagai bentuk keberpihakan terhadap kepentingan publik.

Bondan juga mengajak masyarakat di berbagai wilayah Bantaeng untuk bersatu menyuarakan persoalan-persoalan publik yang belum mendapat perhatian pemerintah.

“Kalau masih ada jalan rusak, fasilitas umum terbengkalai, atau pelayanan publik yang belum maksimal, mari suarakan dengan cara yang damai, tertib, dan bermartabat. Aksi ini bukan hanya tentang Ereng-Ereng, tetapi tentang harapan agar pemerintah benar-benar mendengar suara rakyat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *