BONE | SUARAHAM — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone menggelar rapat koordinasi membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari stabilitas politik dan keamanan hingga ketahanan ekonomi masyarakat serta antisipasi dampak kekeringan.
Rapat tersebut berlangsung di Gedung Lateya Riduni, Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone, Kamis (24/9/2026), dengan tema “Sinergi Forkopimda dalam Menjaga Stabilitas Politik, Keamanan dan Ketahanan Ekonomi Daerah, serta Antisipasi Dampak Kekeringan.”
Dalam forum tersebut, Dandim 1407/Bone Letkol Inf Laode Muhammad Idrus hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bone. Turut hadir para Danramil jajaran Kodim 1407/Bone serta para Kapolsek jajaran Polres Bone.
Rapat koordinasi ini menjadi ruang bersama bagi unsur pimpinan daerah untuk mengevaluasi perkembangan situasi wilayah sekaligus menyusun langkah antisipasi terhadap berbagai potensi persoalan yang dapat berdampak terhadap masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam pembahasan adalah potensi dampak kekeringan yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bone. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini, terutama terhadap sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan dan perekonomian masyarakat.
Selain persoalan kekeringan, stabilitas keamanan dan politik daerah serta ketahanan ekonomi masyarakat turut menjadi bagian penting dalam koordinasi lintas sektor tersebut.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait dinilai diperlukan agar setiap perkembangan di lapangan dapat dipantau secara cepat dan ditindaklanjuti sesuai kondisi wilayah.
Koordinasi juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul, khususnya apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
Melalui forum Forkopimda, masing-masing unsur diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan pertukaran informasi mengenai kondisi wilayah, sehingga persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah dapat diantisipasi lebih awal.
Keterlibatan para Danramil dan Kapolsek dalam forum tersebut juga memperlihatkan pentingnya koordinasi hingga tingkat kewilayahan. Informasi dan perkembangan dari lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan.
Dengan kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi sejumlah wilayah, langkah antisipasi terhadap kekeringan menjadi perhatian yang tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga ketahanan ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat.
Forkopimda Bone selanjutnya diharapkan mampu memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif, terutama dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan respons cepat dan terpadu.
Rapat tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Bone, sembari memastikan potensi dampak kekeringan dapat diantisipasi sedini mungkin.











