banner 400x130
RAGAM  

Perseteruan Dua Istri Aparat Pecah di Gowa, Tuduhan Pelakor hingga Dugaan Permainan BBM Ilegal Terungkap

banner 400x130

GOWA I SUARAHAM – Perseteruan panas yang menyeret nama seorang influencer TikTok sekaligus istri anggota kepolisian dengan istri oknum anggota Kostrad Divisi 3 Sulawesi Selatan pecah di wilayah Limbung, Kabupaten Gowa, Senin (15/6/2026).

Insiden tersebut menjadi tontonan publik setelah rekaman video pertengkaran keduanya beredar luas di media sosial. Konflik itu diduga dipicu persoalan rumah tangga yang menyeret dugaan hubungan terlarang antara Ernawati dan suami Anti, istri oknum anggota Kostrad.

Dalam video yang beredar, Anti tampak melabrak Ernawati yang berada di dalam sebuah mobil. Dengan nada tinggi dan penuh emosi, Anti melontarkan tudingan bahwa Ernawati merupakan perempuan perusak rumah tangga atau yang kerap disebut pelakor.

“Ini pelakor, tidak ada malunya. Malu sedikit, perempuan tidak ada malunya. Live ko sekarang. Saya tidak mau sentuh kau karena kau licik,” teriak Anti dalam video tersebut.

Meski emosinya memuncak, Anti terlihat menahan diri dan tidak melakukan tindakan fisik terhadap Ernawati. Ia bahkan menantang Ernawati untuk melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila merasa keberatan atas tudingan yang dilontarkan.

Tak hanya itu, Anti juga menyinggung dugaan persoalan keuangan yang melibatkan suaminya.

“Kasih kembali uangnya suamiku. Malu ko, sudah suaminya orang diganggu terus,” ucapnya di hadapan sejumlah orang, didampingi oleh suaminya.

Namun, Ernawati membantah seluruh tuduhan tersebut. Melalui siaran langsung di akun TikTok pribadinya, ia menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang bertanggung jawab atas keretakan rumah tangga Anti.

“Saya bukan pelakor. Suamimu itu, Anti, yang pelakor,” klaim Ernawati dalam siaran langsung tersebut.

Perseteruan itu kemudian berkembang menjadi saling bongkar dugaan persoalan lain yang lebih serius.

Sebelumnya, Ernawati sempat melontarkan pernyataan kontroversial dengan menuding adanya dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang melibatkan oknum tertentu di lingkungan Kostrad Divisi 3 Sulawesi Selatan. Ia juga mengaku kerap mendapat tekanan dan gangguan sejak menyampaikan tudingan tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, Ernawati mengaku tidak terima karena merasa dipermalukan di depan umum. Ia juga membantah tudingan bahwa kendaraan yang digunakannya merupakan kendaraan bodong.

“Saya tidak terima dipermalukan. Mobil saya asli, tidak ada bodong-bodong. Jangan berani di kampungmu saja dan main keroyokan,” tegas Ernawati.

Dalam siaran langsung lainnya, Ernawati kembali membuat pernyataan yang menghebohkan publik. Ia menyebut pernah menemukan dugaan pemasangan aliran listrik secara langsung tanpa prosedur resmi hingga akhirnya diputus oleh pihak PLN.

Selain itu, Ernawati juga mengungkap dugaan adanya permintaan bantuan untuk menjatuhkan anggota keluarga sendiri melalui pelaporan kepada instansi tertentu.

“Kamu yang kasih baket ke saya, kamu kasih uang ke saya untuk BPOM menindaklanjuti adik-adikmu. Kamu bayar semua ke BPOM agar adikmu yang memasarkan, membuat, mempunyai pabrik industri rumah tangga itu dihancurkan. Kau sendiri yang suruh saya hancurkan saudaramu,” ungkap Ernawati dalam siaran langsung di akun TikTok miliknya.

Rangkaian tudingan tersebut hingga kini masih sebatas pernyataan sepihak yang disampaikan melalui media sosial dan belum dibuktikan melalui proses hukum yang berkekuatan tetap.

Publik pun mendesak agar pihak-pihak terkait, baik institusi kepolisian, TNI maupun instansi yang namanya disebut dalam perseteruan ini, turun tangan melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif guna menghindari berkembangnya informasi liar yang dapat menyesatkan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari institusi TNI maupun Polri terkait tudingan-tudingan yang saling dilontarkan. Perseteruan antara istri anggota polisi dan istri oknum anggota Kostrad tersebut masih terus berlanjut dan menjadi sorotan warganet di berbagai platform media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *