ANGGANA I SUARAHAM – Suasana hangat dan penuh semangat terlihat pada Minggu pagi (26/04/2026) saat anak-anak SSB Anggana Junior menjalani laga uji coba (sparring) melawan SSB Seliki di Muara Badak.
Pertandingan berlangsung meriah, tidak hanya karena antusiasme para pemain muda, tetapi juga dukungan luar biasa dari para orang tua yang setia mendampingi dari pinggir lapangan.

Sorak sorai dan semangat yang diberikan para orang tua menjadi energi tambahan bagi anak-anak di lapangan.
Dukungan tersebut bahkan telah menjadi ciri khas SSB Anggana Junior, terutama setiap kali mengikuti turnamen maupun pertandingan persahabatan.
“Setiap ada kegiatan, orang tua selalu hadir. Mereka tidak hanya menonton, tapi juga memberi motivasi penuh kepada anak-anak,” ujar salah satu pendamping tim.
Namun, di balik semangat yang membara itu, terselip kegelisahan yang sulit diabaikan.
Usai pertandingan, beberapa anak menghampiri pelatih dan bertanya polos, “Om, kapan lapangan kita bisa bagus seperti ini?”
Pertanyaan sederhana itu justru menyisakan keheningan. Tidak mudah menjawab harapan tulus dari anak-anak yang ingin berlatih di fasilitas yang layak.
Kondisi lapangan di Kecamatan Anggana dinilai masih jauh dari standar, meskipun wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang pendapatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Situasi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat: mengapa daerah dengan potensi besar belum memiliki fasilitas olahraga yang memadai untuk mendukung generasi muda?
Harapan pun mengemuka agar perhatian terhadap pembangunan sarana olahraga, khususnya lapangan sepak bola, dapat menjadi prioritas.
Bagi anak-anak SSB Anggana Junior, lapangan yang layak bukan sekadar tempat bermain, tetapi juga bagian dari mimpi dan masa depan mereka.











