banner 400x130
DAERAH  

SEMMI Gowa Resmi Dilantik, PW Sulsel Ingatkan Kader Jadi Garda Penjaga Marwah Daerah

banner 400x130

GOWA I SUARAHAM – Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Gowa resmi dilantik dalam sebuah agenda yang dirangkaikan dengan Sekolah Kader I sebagai langkah memperkuat kaderisasi, konsolidasi gerakan, dan arah perjuangan mahasiswa di daerah yang dikenal kuat memegang adat dan budaya.

Pelantikan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Pengurus Wilayah SEMMI Sulawesi Selatan, Andi Muh Idik Indra Maulana.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kader SEMMI Gowa tidak boleh hanya menjadi pelengkap seremonial organisasi, melainkan harus tampil sebagai garda terdepan menjaga moral, etika, dan kehormatan daerah.

Menurut Idik, SEMMI sebagai organisasi yang lahir dari semangat perjuangan Syarikat Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.

“SEMMI lahir dari semangat perjuangan Syarikat Islam, sementara Gowa dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai Siri’ na Pacce. Kader harus hadir menjaga integritas, solidaritas, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.

Ia menilai, tantangan generasi muda hari ini bukan hanya soal pendidikan dan organisasi, tetapi juga bagaimana menjaga identitas budaya dan marwah daerah di tengah perubahan sosial yang semakin terbuka.

Karena itu, dirinya mengingatkan seluruh pengurus SEMMI Cabang Gowa agar tidak apatis terhadap berbagai persoalan moral dan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Generasi muda tidak boleh diam ketika nilai kehormatan, etika, dan moralitas mulai terkikis di ruang publik. SEMMI harus berada di barisan paling depan menjaga marwah daerah,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Idik juga menekankan bahwa nilai Siri’ na Pacce bukan sekadar simbol budaya yang sering diucapkan, melainkan prinsip hidup yang harus tercermin dalam kepemimpinan, sikap sosial, dan tanggung jawab kader terhadap masyarakat.

Ia menyebut Kabupaten Gowa sebagai daerah yang memiliki identitas budaya kuat sehingga siapa pun yang tampil di ruang publik wajib menunjukkan keteladanan dan tanggung jawab moral.

“Gowa dikenal dengan adat dan budaya yang sangat kental. Karena itu, siapa pun yang tampil di ruang publik harus mampu menjaga etika, menunjukkan tanggung jawab moral, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Idik juga mengingatkan seluruh kader agar tetap berpegang pada trilogi perjuangan HOS Tjokroaminoto:

“Semurni-murni tauhid, setinggi-tinggi ilmu, sepandai-pandai siasat.”
Menurutnya, trilogi tersebut harus menjadi fondasi perjuangan kader SEMMI dalam menghadapi tantangan zaman.

“Tauhid menjadi fondasi moral, ilmu menjadi kekuatan intelektual, dan siasat menjadi kemampuan membaca keadaan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat secara bijak,” paparnya.

Pelantikan SEMMI Cabang Gowa turut dihadiri kader, alumni, serta sejumlah tokoh pemuda di Kabupaten Gowa.

Momentum ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kader-kader muda yang berintegritas, kritis, berani, dan mampu menjaga nama baik organisasi maupun marwah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *