SAMARINDA I SUARAHAH – Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur melontarkan pernyataan tegas terkait sumber dukungan aksi yang mereka jalankan.
Dalam rilis resmi yang disampaikan Senin (27/4) sore, aliansi menegaskan bahwa seluruh aktivitas perjuangan berdiri di atas kekuatan rakyat, bukan sokongan kekuasaan, Senin 27/04/2026
Aliansi menyebut, bantuan yang mengalir ke posko aksi sepenuhnya berasal dari masyarakat. Mulai dari makanan, air minum, perlengkapan lapangan seperti tenda dan terpal, hingga donasi dana dalam berbagai nominal.
Mereka menilai, dukungan tersebut menjadi bukti nyata solidaritas publik yang tidak bisa dipandang remeh.
“Setiap bantuan yang masuk adalah energi perlawanan. Ini bukan gerakan elit, ini gerakan rakyat,” tegas pernyataan tersebut.
Dalam rilisnya, aliansi juga secara terbuka menyatakan menolak segala bentuk bantuan dari pihak penguasa.
Sikap itu diambil sebagai bentuk komitmen menjaga independensi gerakan agar tidak ditunggangi kepentingan tertentu.
“Perjuangan ini tidak bisa dibeli dan tidak bisa dikendalikan oleh kekuasaan. Rakyat adalah pemilik sah gerakan ini,” tulis mereka.
Aliansi turut menyoroti peran masyarakat yang tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga hadir langsung di posko aksi siang dan malam.
Dukungan moral dan doa dari berbagai kalangan disebut menjadi kekuatan yang menjaga konsistensi gerakan di tengah tekanan.
Di bawah komando koordinator lapangan Erly Sopiansyah dan Sekretaris Sapta Guspiani, aliansi berjanji akan menjaga setiap bentuk bantuan secara transparan dan bertanggung jawab.
Mereka juga mendesak media untuk tidak setengah-setengah dalam memberitakan realitas di lapangan, serta memastikan suara rakyat tersampaikan tanpa distorsi.
“Jangan kaburkan fakta. Ini gerakan rakyat, bukan panggung kekuasaan,” tutup pernyataan tersebut.











