banner 600x130
DAERAH  

Warga Bongkar Aktivitas Minibus Hitam di SPBU Bone: Bawa Jeriken, Pelat Nomor Tak Terpasang

BONE I SUARAHAM — Aktivitas sebuah minibus berwarna hitam dengan kaca gelap di sejumlah titik pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai menjadi perhatian warga.

Kendaraan tersebut disebut beberapa kali terlihat berada di sekitar SPBU Palanga dan kawasan Jalan Mangga, dengan membawa sejumlah jeriken yang diduga digunakan untuk menampung BBM jenis Bio Solar subsidi.

Informasi itu disampaikan seorang warga Sungai Musi berinisial AC, yang mengaku pernah melihat langsung kendaraan tersebut berada di sejumlah SPBU.

“Pernah saya dapat di SPBU Palanga dan Jalan Mangga, mobilnya selalu bawa jeriken,” kata AC, Sabtu (1/8/2026).

KACA GELAP DAN TANPA PELAT NOMOR

Bukan hanya aktivitas membawa jeriken yang menjadi perhatian. Minibus tersebut juga disebut memiliki kaca berwarna gelap dan diduga tidak memasang pelat nomor pada bagian depan maupun belakang kendaraan.

Kondisi tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan, terutama apabila kendaraan itu memang kerap digunakan untuk melakukan aktivitas pengangkutan BBM subsidi.

Warga mempertanyakan bagaimana identitas kendaraan dan pemiliknya dapat ditelusuri apabila kendaraan tidak dilengkapi tanda nomor kendaraan yang terlihat jelas.

Namun demikian, informasi mengenai tidak adanya pelat nomor maupun dugaan aktivitas pengangkutan BBM subsidi tersebut masih membutuhkan verifikasi dari pihak berwenang.

DIDUGA ANGKUT BBM SUBSIDI DENGAN JERIKEN

AC menduga kendaraan tersebut bukan sekadar kendaraan pribadi yang kebetulan mengisi BBM. Pasalnya, menurut keterangannya, kendaraan tersebut disebut berulang kali terlihat membawa jeriken saat berada di sekitar SPBU.

Jika dugaan tersebut benar, aktivitas pengisian BBM subsidi menggunakan wadah tambahan dalam jumlah tertentu patut menjadi perhatian dan perlu ditelusuri lebih jauh, termasuk asal BBM, tujuan penggunaan, volume pengisian, serta pihak yang menerima atau memanfaatkan BBM tersebut.

“Kalau memang benar digunakan untuk mengangkut Bio Solar subsidi, tentu perlu diperiksa peruntukannya dan dari mana BBM tersebut diperoleh,” ujarnya.

CIRI PENGEMUDI JUGA DIUNGKAP

AC turut menyampaikan ciri-ciri pengemudi yang disebut kerap terlihat bersama kendaraan tersebut.

Menurutnya, pengemudi memiliki postur tubuh cenderung gemuk dan kerap membawa tas ketika berada di sekitar lokasi pengisian BBM.

“Orangnya gemuk-gemuk dan bawa tas. Mungkin barangnya sendiri yang dimuat,” ungkapnya.

Keterangan tersebut masih sebatas informasi dari warga dan belum dapat memastikan identitas maupun keterlibatan pengemudi dalam dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

PERLU PENELUSURAN SPBU DAN APARAT

Munculnya informasi ini menjadi penting untuk ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif.

Apabila benar kendaraan tersebut berulang kali melakukan pengisian Bio Solar subsidi dengan membawa jeriken, maka perlu ditelusuri rekam transaksi pengisian, pola pembelian, volume BBM yang dibeli, identitas kendaraan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Selain itu, pihak SPBU terkait juga diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai apakah kendaraan dengan ciri-ciri tersebut pernah melakukan pengisian dan bagaimana prosedur pelayanan yang diterapkan terhadap kendaraan yang membawa jeriken.

Penelusuran juga penting untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *