banner 400x130

Detik-Detik Mengerikan di Bekasi Timur: KRL Dihantam dari Belakang, 14 Korban Tewas

banner 400x130

NASIONAL I SUARAHAM – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04) malam, terus bertambah. Hingga Selasa (28/04) pagi, korban meninggal dunia tercatat mencapai 14 orang.

Seluruh korban tewas diketahui berjenis kelamin perempuan. Hal ini berkaitan dengan posisi benturan terparah yang terjadi pada gerbong khusus perempuan di rangkaian KRL.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan pembaruan terakhir per pukul 08.45 WIB. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Selain korban meninggal, sebanyak 84 penumpang mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Seluruh korban, baik meninggal maupun luka, merupakan penumpang KRL. Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dan telah dievakuasi.

Evakuasi Tuntas, Tak Ada Korban Tertinggal

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memastikan proses evakuasi telah selesai sepenuhnya pada Selasa pagi.

“Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi dinyatakan selesai. Tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta,” ujarnya.

Tim SAR melakukan sedikitnya enam kali proses evakuasi sejak dini hari. Beberapa korban berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, sementara lainnya ditemukan meninggal dunia di dalam gerbong yang ringsek.

Kronologi: Berawal dari Tabrakan Taksi

Berdasarkan keterangan awal PT KAI, insiden ini diduga dipicu oleh peristiwa sebelumnya, yakni sebuah KRL yang menabrak mobil taksi di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.40 WIB.

Akibat kejadian tersebut, posisi KRL terhenti di jalur. Dalam kondisi berhenti itulah, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya datang dari arah belakang dan menghantam rangkaian KRL.

Sejumlah saksi menyebut benturan sangat keras terjadi pada gerbong bagian belakang, khusus perempuan.
“Gerbong wanita hampir setengah tertembus bagian depan kereta jarak jauh,” ujar seorang saksi.

Penumpang lain menggambarkan suasana panik saat kejadian. Guncangan keras membuat penumpang berteriak dan berusaha menyelamatkan diri dari gerbong yang rusak parah.

Dugaan Penyebab Masih Diselidiki

PT KAI menyebut adanya “temperan” antara KRL dan taksi di perlintasan sebagai pemicu awal gangguan operasional. Insiden tersebut diduga mengganggu sistem perjalanan kereta di area Stasiun Bekasi Timur.

Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia juga telah mengonfirmasi bahwa kendaraan yang terlibat merupakan armadanya dan menyatakan siap mendukung proses investigasi.

Namun demikian, PT KAI menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kementerian Perhubungan juga memastikan akan melibatkan KNKT untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan objektif.

“Ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api ke depan,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *