banner 400x130
HUKRIM  

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pelaku Pembunuhan Lansia Ditembak Polisi

banner 400x130

PEKANBARU I SUARAHAM — Pelarian empat pelaku pembunuhan sadis disertai perampokan terhadap seorang lansia, Dumaris (60), akhirnya berakhir.

Setelah buron lintas provinsi, seluruh pelaku diringkus aparat kepolisian dalam operasi pengejaran intensif yang membongkar sisi gelap kejahatan ini.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, mengungkapkan para pelaku sempat kabur usai menghabisi nyawa korban dan menggondol harta bendanya.

“Tim gabungan berhasil mengamankan empat pelaku curas yang menyebabkan korban meninggal dunia di Rumbai,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Namun di balik keberhasilan itu, tersingkap fakta mencengangkan: aksi ini bukan sekadar perampokan biasa, melainkan kejahatan terencana yang melibatkan orang terdekat korban sendiri.

Diburu hingga luar provinsi
Polisi bergerak cepat dengan membagi tim untuk mengejar para pelaku yang melarikan diri ke berbagai wilayah.

Hasilnya, dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah, sementara dua lainnya dibekuk di Kota Binjai, Sumatera Utara. Pengejaran lintas daerah ini menegaskan keseriusan aparat dalam memburu pelaku tanpa kompromi.

Melawan, ditembak

Saat hendak diamankan, dua pelaku pria berinisial SL (34) dan EW (39) mencoba melawan petugas. Polisi pun mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak keduanya di bagian kaki.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, menegaskan langkah itu diambil demi melumpuhkan perlawanan.

Akibatnya, kedua pelaku harus digelandang ke Mapolresta Pekanbaru dengan kursi roda.

Otak kejahatan: orang dalam

Fakta paling mengejutkan terungkap dari hasil penyelidikan: AFT (21), yang merupakan menantu korban, diduga menjadi dalang utama di balik pembunuhan ini.

Ia disebut merancang aksi, sementara SL berperan sebagai eksekutor yang menghantam korban dengan balok kayu.

Sementara dua pelaku lainnya membantu menyiapkan alat dan memastikan aksi berjalan mulus.

Kronologi tragis di dalam rumah

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Rabu (29/4/2026) di kediaman korban di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai.

Saat itu, korban berada seorang diri ketika para pelaku masuk dan langsung menyerang menggunakan balok kayu.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia akibat pendarahan otak.

Tak hanya menghabisi nyawa, para pelaku juga menggasak sejumlah barang berharga, mulai dari perhiasan emas, uang asing, paspor, hingga ponsel.

CCTV bongkar jejak pelaku

Aksi keji tersebut sempat terekam kamera CCTV di dalam dan luar rumah korban. Rekaman inilah yang menjadi kunci utama bagi polisi untuk mengidentifikasi dan melacak pelaku hingga ke luar provinsi.

Motif masih didalami

Meski seluruh pelaku telah diamankan, polisi menegaskan pengusutan belum berhenti. Motif utama—yang diduga kuat berkaitan dengan faktor ekonomi dan konflik internal keluarga masih terus didalami.

Kasus ini membuka tabir kelam: ketika kejahatan tidak lagi datang dari orang asing, tetapi justru dari lingkaran terdekat korban sendiri. Polisi berjanji akan mengungkap seluruh fakta dalam konferensi pers mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *