banner 400x130

Sekolah Rakyat Mulai Stabil, Saifullah Yusuf Akui Awal Program Penuh Tantangan

banner 400x130

BANDARLAMPUNG I SUARAHAM — Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Kementerian Sosial mulai keluar dari fase “terberat” setelah dua bulan pertama pelaksanaan yang diwarnai berbagai kendala.

Kini, pemerintah mengklaim kondisi pembelajaran mulai stabil dan menunjukkan perkembangan positif di sejumlah titik.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyebut masa adaptasi awal menjadi tantangan terbesar dalam menjalankan program pendidikan berbasis sosial tersebut.

Namun, seiring waktu, sistem pembelajaran mulai tertata dan berjalan lebih efektif.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026), ia menegaskan bahwa berbagai persoalan teknis yang sempat menghambat kini mulai terurai.

“Bulan pertama dan kedua memang cukup berat, tapi sekarang jauh lebih baik. Tantangan mulai teratasi secara bertahap,” ujarnya.

Menurutnya, proses belajar mengajar kini berjalan lebih terstruktur. Guru dan siswa mulai menemukan ritme,

Sementara kedisiplinan serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) mulai dijalankan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Meski demikian, tantangan belum sepenuhnya hilang. Latar belakang siswa yang sangat beragam menjadi pekerjaan rumah besar bagi tenaga pendidik.

Sebagian siswa bahkan belum memiliki kemampuan dasar seperti membaca, meski usianya sudah setara jenjang pendidikan menengah.

“Ada yang setingkat SMA tapi belum bisa membaca. Ini tantangan serius bagi guru,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah menilai kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan Kemensos mulai membuahkan hasil.

Penyesuaian metode pembelajaran terus dilakukan, disertai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.

Hal menarik muncul dari sisi aspirasi siswa. Sekitar 75 persen peserta didik di Sekolah Rakyat memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sisanya diarahkan untuk masuk dunia kerja melalui program pemberdayaan, termasuk skema koperasi desa.

Program Sekolah Rakyat sendiri diposisikan sebagai solusi untuk menjangkau anak-anak putus sekolah, terutama dari keluarga kurang mampu.

Meski kapasitasnya masih terbatas, pemerintah menegaskan komitmen untuk memperluas jangkauan program melalui kolaborasi lintas sektor.

Dengan berbagai perbaikan yang mulai terlihat, Sekolah Rakyat kini diuji bukan hanya soal keberlanjutan, tetapi juga efektivitasnya dalam benar-benar mengangkat kualitas pendidikan bagi kelompok paling rentan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *