JANJUNG SELOR I SUARAHAM – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kalimantan Utara tidak selalu dilakukan melalui forum resmi. Suasana santai justru menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan strategis dalam pertemuan silaturahmi yang digelar di Warung Sate Tulung Agung, Tanjung Selor, Selasa (2/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut mempertemukan sejumlah tokoh masyarakat yang memiliki perhatian besar terhadap stabilitas daerah dan pembangunan sosial di Kalimantan Utara. Hadir dalam kegiatan itu Deni Siswanto, Muzammil, serta pendiri SuaraHAM.com sekaligus pemerhati hak asasi manusia, Zulkifli Murad.
Meski berlangsung sederhana, diskusi yang mengalir di meja makan tersebut membahas berbagai isu penting terkait tantangan menjaga kondusivitas wilayah, penguatan partisipasi masyarakat, hingga pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan elemen sipil.
Zulkifli Murad menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan keadilan dan perlindungan hak warga menjadi fondasi utama dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis.
“Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui penegakan aturan, tetapi juga melalui penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Sementara itu, Deni Siswanto menilai komunikasi lintas sektor seperti ini menjadi sarana efektif untuk menyatukan pandangan serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
“Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling bertukar gagasan, memahami persoalan dari berbagai sudut pandang, dan mencari solusi bersama demi kepentingan masyarakat luas,” katanya.
Hal senada disampaikan Muzammil yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, tantangan Kamtibmas tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi simbol kuat bahwa dialog dan silaturahmi tetap menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan, memperkuat kemitraan, serta menciptakan suasana sosial yang kondusif di Kalimantan Utara.
Di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang, kolaborasi antara tokoh masyarakat, pemerhati HAM, dan berbagai elemen lainnya dinilai menjadi modal sosial yang berharga untuk menjaga Kaltara tetap aman, damai, dan harmonis.
Lebih dari sekadar menikmati hidangan sate bersama, pertemuan itu menjadi ruang bertukar pikiran yang diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sinergi dan menjaga stabilitas daerah secara berkelanjutan.











