SAMARINDA I SUARAHAM – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) terus memperkuat upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan di dunia pendidikan melalui Pelatihan Calon Sosialisator Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai 1945 (JSN ’45) bagi tenaga pendidik se-Kalimantan Timur.
Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan nilai perjuangan para pahlawan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda melalui lingkungan sekolah.
Kegiatan yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LVRI bekerja sama dengan DPD LVRI Kalimantan Timur tersebut resmi dibuka pada Senin (20/7/2026) di Hotel Puri Senyiur, Samarinda. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama enam hari hingga Sabtu (25/7/2026) dengan mengusung tema “Veteran: Pengabdian Tanpa Batas.”
Ketua DPD LVRI Kalimantan Timur sekaligus Ketua Panitia, Mayor Inf. (Purn.) Sucipto, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar memberikan materi tentang sejarah perjuangan, tetapi juga membentuk tenaga pendidik yang mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Menurutnya, guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun karakter generasi penerus bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang membawa berbagai tantangan terhadap nilai-nilai nasionalisme.
“Kami ingin nilai-nilai Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai 1945 tidak berhenti sebagai teori di ruang kelas. Nilai tersebut harus menjadi karakter yang hidup dalam diri peserta didik melalui peran para guru sebagai teladan,” ujar Sucipto.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Mewakili Gubernur Kaltim, Staf Ahli Bidang II, Ir. Siti Farisyah Yana, M.Si., menyampaikan apresiasi atas komitmen LVRI dalam menjaga semangat kebangsaan melalui dunia pendidikan.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan para veteran merupakan langkah penting untuk memperkuat karakter generasi muda agar tetap memiliki rasa cinta tanah air, semangat persatuan, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi pembukaan dilakukan secara resmi oleh Wakil Ketua Umum I DPP LVRI, Letjen TNI (Purn.) H. Muzani Syukur, yang ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis. Setelah pembukaan, para peserta langsung menerima pembekalan mengenai nilai-nilai perjuangan bangsa, wawasan kebangsaan, serta metode sosialisasi JSN ’45 yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi materi, diskusi, dan pembelajaran yang bertujuan membekali tenaga pendidik agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai perjuangan 1945 ke dalam proses pembelajaran, baik melalui kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler.
Melalui pelatihan ini, LVRI berharap lahir tenaga pendidik yang tidak hanya memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga mampu menjadi agen penguatan karakter di sekolah.
Dengan demikian, nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, semangat persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dapat terus diwariskan kepada generasi muda di Kalimantan Timur sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.











