banner 400x130
RAGAM  

SAMAS Jadi Target! ABPEDNAS Samarinda Bergerak Wujudkan Ekonomi Mandiri dan Sejahtera

banner 400x130

SAMARINDA I SUARAHAM – Jalan Gadjah Mada, Samarinda, mendadak menjadi pusat lahirnya berbagai gagasan bisnis yang digadang-gadang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Kantor Sekretariat DPD Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Bidang Pengembangan Usaha dipenuhi semangat kolaborasi dalam kegiatan bertajuk “Gathernomic Summit”, Jumat (12/6/2026).

Pertemuan yang dimulai pukul 15.00 WITA itu bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Di balik suasana akrab, para pengurus ABPEDNAS justru melakukan “bedah peluang usaha” dengan mengumpulkan berbagai ide dan pengalaman bisnis yang siap diterjemahkan menjadi program kerja nyata.

Ketua Bidang Pengembangan Usaha DPD ABPEDNAS, M. Toha Hasyim, menegaskan bahwa organisasi desa tidak boleh hanya menjadi pelengkap administrasi, tetapi harus tampil sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Kita berkumpul bukan hanya sebagai pengurus, tetapi sebagai arsitek masa depan ekonomi rakyat. Desa harus mampu menciptakan peluang usaha yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.

Diskusi pun berlangsung dinamis. Satu per satu para pengurus membongkar pengalaman mereka dalam dunia usaha.

Drs. Pron Susanto membuka sesi dengan memaparkan potensi besar bisnis pengolahan tahu yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Ia menunjukkan bahwa usaha sederhana dapat berkembang menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara profesional. Tak hanya itu, ia juga mengulas berbagai skema investasi yang dinilai layak dilirik masyarakat.

Berikutnya, Sidik Eko mengupas peluang yang muncul melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi, tetapi juga dapat membuka ruang usaha baru bagi pelaku ekonomi lokal.

Sementara itu, Fatur Rahman membedah sektor properti yang dinilai masih memiliki prospek cerah. Ia membeberkan strategi membaca pasar hingga peluang keuntungan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Suasana semakin hidup ketika H. Nurdin menampilkan presentasi bisnis brankas lengkap dengan tayangan video interaktif. Peserta diajak memahami pentingnya perlindungan aset sekaligus melihat peluang usaha di bidang keamanan.

Tak kalah menarik, Nurrohman menutup rangkaian pemaparan dengan mengulas dunia real estate. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap tren pasar menjadi kunci agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton di tengah pertumbuhan sektor properti.

Lebih dari sekadar forum diskusi, pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah konkret pengembangan usaha di lingkungan ABPEDNAS. Berbagai gagasan yang mengemuka akan diformulasikan menjadi program kerja yang diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha baru serta memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

Seluruh proses tersebut mendapat supervisi dari Sekretaris Umum, Samson, guna memastikan setiap gagasan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat diwujudkan dalam bentuk program yang terukur dan berdampak nyata.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang mengemuka sepanjang pertemuan, ABPEDNAS Samarinda mengirim pesan tegas bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan anggaran.

Kreativitas, keberanian berwirausaha, dan kolaborasi menjadi senjata utama untuk mewujudkan cita-cita SAMAS (Samarinda Mandiri dan Sejahtera) melalui ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *