SAMARINDA I SUARAHAM – Di tengah upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Samarinda hadir sebagai harapan baru bagi masyarakat.
Program ini digadang-gadang menjadi solusi strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan miskin ekstrem.
Dukungan terhadap program ini terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu tokoh yang menyatakan dukungannya adalah Imam Nawawi yang juga aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan di Samarinda.
Menurutnya, Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan langkah nyata dalam memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada generasi muda.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi bukan sekadar program pendidikan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala oleh kondisi ekonomi. Program seperti ini perlu mendapat dukungan bersama karena manfaatnya sangat besar bagi masa depan bangsa,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas dan infrastruktur pendukung SRT 57 dan SRT 58 terus berjalan dengan baik.
Salah satu fasilitas yang telah beroperasi adalah SRT 58 yang berlokasi di Jalan Ery Suparjan, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Keberadaan sekolah tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
Dengan demikian, kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik dapat terbuka bagi seluruh anak tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Dukungan terhadap SRT juga datang dari para pengelola pendidikan. Kepala SRT, Rabiatul Adawiyah, menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan peserta didik dirancang untuk memastikan program benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.
“Kami tidak menerapkan sistem pendaftaran yang rumit atau berorientasi pada siapa yang paling cepat mendaftar. Proses penerimaan dilakukan melalui verifikasi yang ketat oleh Panitia Penerimaan Peserta Didik (PPDP) serta mekanisme seleksi yang telah ditetapkan. Tujuannya agar bantuan dan fasilitas pendidikan ini tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Menurut Rabiatul Adawiyah, proses verifikasi mengacu pada data yang telah terintegrasi sehingga penerimaan peserta didik dapat berlangsung secara transparan, adil, dan akuntabel.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, komitmen kuat para pengelola, serta mekanisme penerimaan yang terukur, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Samarinda diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dukungan berkelanjutan dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan keberhasilan program tersebut demi kemajuan Kalimantan Timur dan Indonesia.











