JAKARTA | SUARAHAM – Pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen baru penggerak ekonomi desa sekaligus alat stabilisasi harga komoditas petani.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan program ini dirancang langsung atas arahan Presiden untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026), Zulkifli menyebut koperasi tidak lagi sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi akan mengambil peran strategis dalam rantai distribusi pangan nasional.
“Kopdes Merah Putih ini tujuannya membangun pusat pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.
Lebih jauh, koperasi tersebut diposisikan sebagai pemutus rantai distribusi panjang yang selama ini merugikan petani.
Dengan fungsi sebagai offtaker, koperasi dapat langsung menyerap hasil produksi masyarakat, terutama saat harga pasar jatuh di bawah ketetapan pemerintah.
“Kalau harga gabah kita tetapkan Rp6.500, tetapi di pasar lebih rendah, Kopdes bisa membeli. Ini memberi kepastian bagi petani,” kata Zulkifli.
Skema ini diharapkan mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak sekaligus memperkuat posisi tawar mereka.
Selain menyerap hasil produksi, koperasi juga akan menjadi saluran resmi distribusi bantuan pemerintah, mulai dari pupuk bersubsidi hingga kebutuhan energi seperti gas.
Pemerintah mengklaim, penyaluran melalui koperasi akan membuat distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan mengurangi praktik kedekatan personal di tingkat desa.
“Bukan karena kedekatan dengan aparat desa, tetapi benar-benar untuk masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Di sisi lain, program ini juga memicu lonjakan minat masyarakat dalam rekrutmen sumber daya manusia.
Pemerintah membuka 35.476 formasi, terdiri dari 30.000 posisi manajer koperasi desa dan 5.476 pegawai koperasi nelayan dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Antusiasme publik terlihat dari jumlah pelamar yang mencapai 639.732 orang hingga penutupan pendaftaran pada 25 April 2026.
Dari jumlah itu, sebanyak 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahap berikutnya.
Saat ini, seleksi telah memasuki uji kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung pada 3–12 Mei 2026 di 72 titik di seluruh Indonesia.
Sistem ini diklaim transparan karena juga digunakan dalam seleksi aparatur sipil negara.
Setelah tahap CAT, peserta akan menjalani tes lanjutan seperti tes mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan pada 20–31 Mei 2026.
Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 7 Juni 2026, sebelum peserta mengikuti pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (Komcad) dan pelatihan manajerial.
Zulkifli juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik penipuan dalam proses seleksi. Ia menegaskan tidak ada jalur khusus atau sistem kelulusan berbayar.
“Kalau ada yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, itu penipuan. Segera laporkan,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan program KDKMP dan KNMP dapat berjalan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa serta kawasan pesisir di seluruh Indonesia.











