SAMARINDA I SUARAHAM — Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan dasar yang tidak terpisahkan dari aktivitas pendidikan siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 02 Samarinda.
Selama sekitar sepekan terakhir, pasokan air di sekolah tersebut belum stabil. Kondisi itu terjadi di tengah kemarau yang melanda Samarinda.
Keterbatasan air turut memengaruhi kehidupan siswa yang tinggal di lingkungan sekolah dan asrama.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si.
Bersama Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Danrem meninjau langsung kondisi SRT 02 Samarinda, Jumat (11/9/2026).
Air Bersih Menyangkut Kebutuhan Dasar Siswa
Danrem menilai persoalan air bersih perlu mendapat perhatian bersama. Terlebih, siswa SRT menjalani aktivitas pendidikan sekaligus tinggal di lingkungan asrama.
“Kita melihat kondisi persoalan kemarau yang berkepanjangan ini. Tentu ada persoalan, salah satunya keterbatasan air bersih,” ujar Anggara.
Menurutnya, gangguan pada sejumlah intake air di Samarinda turut memengaruhi distribusi air.
Karena itu, Korem 091/ASN menggerakkan dukungan lintas instansi. Kodim 0901/Samarinda dan PDAM Samarinda disiapkan untuk membantu suplai air.
Dua tangki air disiapkan melalui koordinasi Kodim 0901/Samarinda dengan PDAM Samarinda di Jalan Cendana.
Kolaborasi Pemerintah dan TNI
Upaya pemenuhan air bersih juga melibatkan BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Samarinda.
Kolaborasi tersebut menunjukkan penanganan kebutuhan dasar siswa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Korem 091/ASN mengarahkan agar bantuan dapat disalurkan secara berkelanjutan selama pasokan utama belum stabil.
“Untuk kebutuhan anak-anak ini, kita upayakan nanti setiap hari mengirim air bersih supaya Sekolah Rakyat tetap bisa berjalan dan operasionalnya tidak terlalu terganggu,” kata Danrem.
Air bantuan diarahkan menuju penampungan utama. Sistem pompa digunakan untuk membantu proses pengisian.
Jika terjadi kendala pada penampungan utama, suplai dapat diarahkan ke penampungan lain yang tersedia.
Jangan Gunakan Air Danau
Selain menyiapkan bantuan, Danrem meminta seluruh warga sekolah menghemat air.
Penggunaan air harus disesuaikan dengan kebutuhan. Cara tersebut penting agar persediaan yang ada dapat digunakan bersama.
Danrem juga melarang siswa mengambil air dari danau untuk kebutuhan sehari-hari.
Imbauan tersebut berkaitan dengan faktor keamanan dan kesehatan. Kualitas air yang tidak terjamin dapat meningkatkan risiko keracunan maupun penyakit.
Pendidikan Harus Tetap Berjalan
SRT 02 Samarinda menjalankan aktivitas sejak pagi hingga malam. Karena itu, persoalan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan domestik.
Ketersediaan air juga berpengaruh terhadap kenyamanan siswa dalam mengikuti pendidikan dan menjalani kehidupan di asrama.
“Sekolah Rakyat itu aktivitasnya dari pagi sampai malam. Jadi, saya kira kita masih mampu untuk mendukung kebutuhan anak-anak,” ujar Anggara.
Korem 091/ASN bersama Kodim 0901/Samarinda, PDAM, BPBD, dan Disdamkar Samarinda terus berkoordinasi.
Sinergi tersebut diarahkan untuk menjaga kebutuhan dasar siswa tetap terpenuhi. Dengan demikian, aktivitas pendidikan di SRT 02 Samarinda dapat terus berlangsung meski pasokan air belum sepenuhnya stabil.











